Strategi Komunikasi Pelanggan UMKM

Saat ini banyak perusahaan sektor pelayanan familiar dengan kata-kata omnichannel UMKM, atau omnichannel layanan pelanggan. 

Omnichannel adalah saluran pelanggan yang beragam, berasal dari kata “omni= banyak”, “channel= saluran”. Jadi omnichannel adalah saluran pelanggan yang banyak dan menggunakan multiplatform.

Untuk memahami analogi perbandingan antara mono channel dengan omnichannel bisa melihat skema bisnis UMKM. 

Bisnis UMKM pada awalnya hanya mengandalkan satu saluran kepada pelanggan, yaitu hanya mengandalkan bisnis tatap muka saja. 

Karena hanya mengandalkan bisnis tatap muka dan saluran konsumen yang satu arah saja. Pembeli datang membeli dan penjual menjual. 

Hanya dengan komunikasi seperti itu maka strategi pengelolaan pelanggan menjadi tidak maksimal. Pelanggan bisa datang dan pergi kapan pun. 

Bahkan ketika pesaing mampu memberikan benefit lebih besar dan lebih banyak, pelanggan bisa berpindah kapan pun saja. 

Oleh karena itu omnichannel UMKM perlu diperhatikan oleh pengusaha UMKM. Karena hanya dengan memaksimalkan multiplatform, maka pengelolaan pelanggan dapat diatur dengan baik. 

Pengaturan multiplatform ini bukan hanya menjadi milik dominasi perusahaan-perusahaan besar, bahkan usaha kecil dan menengah seperti warung sayur dan kafe kopi pun bisa menerapkan sistem omnichannel yang sama. 

Bagaimana usaha mikro kecil dan menengah seperti warung sayur dan kafe kopi bisa menerapkan omnichannel UMKM dalam skala sederhana: 

  1. Pengelolaan pelanggan dengan merapikan database pelanggan. Database pelanggan dapat berupa nama, email, telepon dan bahkan juga alamat rumah. Nantinya database pelanggan ini berguna untuk menginformasikan produk-produk terbaru, promo-promo terbaru dan bahkan layanan terbaru yang disediakan oleh usaha UMKM. 
  2. Pengelolaan pelanggan dengan media sosial. Siapa sih sekarang yang tidak punya instagram dan tiktok? Ketika usaha UMKM memiliki media sosial, maka akan sangat mudah melihat media-media sosial pelanggan yang terhubung. Nantinya bisa menjadi bahan riset terbaru apa saja sih keinginan konsumen terhadap produk-produk makanan dan minuman yang mereka sukai.
  3. Pengelolaan pelanggan berbasis strategi bisnis. Jika dari database pelanggan ditemukan bahwa ternyata mereka rata-rata berdomisili jauh dari lokasi bisnis. Dapat menjadi potensi bisnis untuk membuka promo free ongkir atau bermitra dengan layanan go-food dan grab-food.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.