Profil UMKM

Profil UMKM Camilan 2022

Salah satu profil UMKM yang akan dibahas ini pernah viral pada masanya di tahun 2010-an. 

Nama usaha UMKM adalah produk camilan Maicih. Keripik singkong pedas dengan berbagai level yang dijual melalui mulut ke mulut.

Reseller dan bahkan dijajakan di pinggir jalan-jalan di Kota Bandung kemudian menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia. 

Keripik singkong pedas dengan label Maicih ini awalnya merupakan usaha UMKM berbentuk commanditaire vennootschap (CV) yang didirikan oleh Reza Nurhilman di Kota Cimahi pada tahun 2010. 

Di kota inilah Reza mengawali penjualan keripik singkong pedas dengan bekerjasama produksi melalui pabrik singkong dan juga basreng (bakso goreng). 

Reza bercerita pada awalnya penjualan keripik pedas dan basreng dimulai dari mulut ke mulut dan melalui jalur rantai perorangan saja.

Setahun berikutnya ketika permintaan semakin banyak, Reza kemudian memutuskan mengubah CV yang sebelumnya menaungi keripik pedas dengan nama CV 29 Synergi menjadi perseroan terbatas (PT) pada tahun 2011. 

Nama PT nya adalah PT. Maicih Inti Synergi dengan Reza duduk sebagai komisarisnya. 

Pada tahun yang sama untuk memperkuat branding bisnisnya, Reza mendaftarkan merek UMKMnya “Maicih” ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. 

Pendaftaran merk UMKMnya ini untuk menutup adanya produk-produk palsu, tiruan dan bahkan dari pesaing yang berusaha merusak bisnisnya. 

Sepuluh tahun berselang, PT Maicih Inti Sinergi berhasil membuka jaringan penjualan di kota-kota besar dan meningkatkan omset usahanya. 

Serta paling penting berhasil membangun pabrik keripik singkong dan baso goreng sendiri. 

Bahkan kemudian branding Maicih sukses masuk ke media massa nasional seperti pertelevisian dan juga koran serta liputan media online. 

Kesuksesan ukm camilan Maicih dengan dua produk utamanya keripik singkong pedas dan juga baso goreng patut menjadi panutan pengusaha UMKM. 

UMKM tidak harus memulai dengan sesuatu yang besar, bisa juga dengan kerjasama dengan pabrik-pabrik yang ada.

Selain itu, jangan membayangkan bahwa UMKM harus dimulai dengan badan usaha/badan hukum yang besar. 

Dari Maicih kita belajar semuanya bisa dimulai dari kecil. Mendirikan badan usaha modal kecil untuk membuat CV. 

Baru kemudian ketika bisnis berkembang pesat barulah usaha UMKM diubah menjadi perseroan terbatas.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.