Profil UMKM Skincare 2022

Salah satu usaha skincare yang meningkat pesat pasca pandemi adalah MS Glow. Sempat bersengketa di pengadilan dengan pemegang merk PS Glow pada Pengadilan Niaga Surabaya dan Pengadilan Niaga Medan. 

Dua gugatan sengketa dengan hasil berbeda dan MS Glow memenangkan gugatan di Pengadilan Niaga Medan. 

Sementara kalah dari gugatan PS Glow pada Pengadilan Negeri Surabaya. 

Pemilik perusahaan MS Glow Gilang Widya Purnama dan Shandy Purnamasari berencana melakukan gugatan kasasi atas sengketa di pengadilan. 

Namun perdamaian di antara kedua pemilik perusahaan yang bersengketa itu. Membuat pemilik merek PS Glow. 

Putra Siregar kemudian menutup merk perusahaan skincarenya untuk menjaga hubungan yang baik dengan perusahaan MS Glow. 

Profil MS Glow

MS Glow adalah usaha dan industri skincare lokal asli Indonesia yang didirikan oleh dua orang yaitu Shandy Purnamasari dan Maharani Kemala pada tahun 2013. 

Merek MS Glow didaftarkan untuk pertama kali di Direktorat Jenderal Hukum dan Kekayaan Intelektual Kemenkumham Republik Indonesia pada tahun 2018. 

Namun, perjalanan panjang pendirian MS Glow telah dimulai sejak dua pendirinya memutuskan untuk bekerjasama. 

MS Glow merupakan singkatan dari magic for skin tetapi juga gabungan dari dua nama pendirinya yaitu M untuk Maharani Kemala dan S untuk Sandy Purnamasari. 

Dua pendiri MS Glow ini mengawali pendirian merk usaha umkm skincarenya justru dimulai dari bisnis online. 

Mereka berdua awalnya berjualan produk-produk skincare dari produsen lain secara online. 

Nah karena menjualkan produk dari perusahaan lain. Masalah-masalah yang sering ditemui antara lain stok yang terbatas dan ketidakleluasaan untuk mencari stok barang, kebebasan untuk memodifikasi bahan-bahan produk dari produsen. 

Selain itu berjualan online juga naik turun karena penjualan yang tidak menentu.

Shandy Purnamasari dan Maharani Kemala kemudian memutuskan untuk mendirikan merk skincare sendiri. 

Memulainya dengan mendirikan MS Glow dan mencoba untuk memperluas pasar online dengan bekerjasama dengan pabrik. 

Namun masalahnya mengubah bisnis skincare dari sektor umkm dengan sektor industri ternyata berbeda tantangannya. 

Pada saat bekerjasama dengan pabrik, pertama kali pabrik meminta untuk menyediakan dana 1 miliar rupiah.

Untuk memenuhi ketentuan tersebut, dua pendiri MS Glow kemudian mencari pinjaman dana dan bahkan menjual aset-asetnya untuk memenuhi ketentuan kerjasama dengan pabrik. 

Nantinya ini menjadi langkah penting MS Glow karena kemudian berhasil memproduksi skincare secara massal. 

Langkah ini secara tidak langsung menjadi pendorong berkembangnya reseller dan cabang-cabang MS Glow yang awalnya mulai dari Kota Malang menuju berbagai cabang di Indonesia. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.