Profil UMKM Bakpia Pathok Yogyakarta

Profil UMKM Bakpia Pathok Yogyakarta

Salah satu usaha UMKM yang berkembang pesat adalah Bakpia Pathok Yogyakarta. Saat ini profil UMKM yang bergerak di bidang makanan ini mampu meraup omzet miliaran hanya dalam waktu satu bulan saja.

Didirikan di Yogyakarta, tepatnya di kampung Pathok dengan nomor rumah 25. Nantinya kemudian menjadi merek dagang usaha dengan nama “Bakpia Pathok 25”. 

Kue bakpia ini awalnya dibuat oleh masyarakat keturunan Tionghoa yang telah lama menetap di Kota Yogyakarta. 

Awalnya masyarakat Keturunan Tionghoa ini menyajikan kue bakpia untuk kalangan internal dengan isi bumbunya kala itu bukan kacang hijau, melainkan dari daging babi. 

Seiring dengan berjalannya waktu, usaha bakpia isian daging babi ini mulai terkenal.

Karena kemudian usaha dagang melesat, maka masyarakat Keturunan Tionghoa berusaha memodifikasi isian bakpia agar ramah terhadap kalangan muslim. 

Salah satunya dengan mengubah isian bakpia menjadi kacang hijau. Mengubah bakpia basah menjadi bakpia kering agar tahan lama. 

Usaha dagang ini kemudian berkembang pesat dan dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Jogja. 

Masyarakat Tionghoa di Kampung Pathok kemudian melegalkan usaha UMKM ini dengan badan usaha berbentuk Commanditaire Vennonstchap (CV). Beberapa kemudian mendaftarkan bakpia pathok dengan merk dagang berbeda-beda. 

Misalnya mendaftarkan merek bakpia dengan merk “Bakpia Pathok 25”, dan “Bakpia Pathok 75” dan ada juga yang mendaftarkan “Bakpia Pathok 101” dan “Bakpia Pathok 99”. 

Kesemuanya berasal dari kampung bakpia di Sanggrahan Pathok Kota Yogyakarta, sekitar 300 meter dari Jalan Malioboro. 

Kini khusus untuk merk Bakpia Pathok 25 telah memiliki setidaknya tiga cabang. Cabang pertama di Jalan Pathok berada di kompleks Pasar Pathok Kota Yogyakarta. 

Cabang pertama ini biasanya melayani wisatawan yang berkeliling Jogja, atau wisatawan yang akan menuju stasiun Tugu Yogyakarta. Jarak antara Pasar Pathuk dengan Stasiun Tugu Yogyakarta hanyalah satu menit jalan kaki. 

Cabang kedua berada di Jalan Jogja-Solo tepatnya berada di depan Bandara Adisutjipto. Cabang kedua ini biasanya melayani wisatawan yang akan pulang melalui Bandara Adisutjipto.

Jika menggunakan transportasi bus pariwisata bisa membeli di cabang kedua ini karena memiliki lahan parkir luas. 

Cabang ketiga berada di Jalan Ngasem yang merupakan kawasan Njeron Beteng Kraton Kasultanan Yogyakarta. 

Cabang ketiga ini biasanya melayani pembelian wisatawan yang berjalan-jalan di wilayah Kraton Kasultanan Yogyakarta. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.