Produk Pengembangan UMKM 2022

Usaha yang telah berdiri lama memerlukan produk pengembangan UMKM agar pasar konsumen dapat berkembang dan meningkatkan laba usaha. 

Usaha-usaha yang melampaui umur lebih dari 5 sampai dengan 10 tahun biasanya mengalami kondisi kejenuhan. 

Dimana indikator ini dapat dilihat dengan pertumbuhan konsumen yang stagnan, produk yang divariasikan mulai tidak laku dan bahkan mengalami penurunan omset.

Data UMKM 2022 menyebutkan bahwa pandemi covid-19 juga mempengaruhi kualitas produk UMKM. 

Banyak UMKM kemudian terhalang dalam mengakses bahan baku, mengalami penurunan kualitas serta kemudian mengalami kondisi mangkrak dimana bisnis kemudian tidak berkembang dan mati suri. 

Dari semua itu, sebagian kecil kemudian bisa bergerak melakukan produk pengembangan UMKM melalui sistem digitalisasi. 

Daftar UMKM 2022 yang mengalami proses transformasi digital pada awalnya hanya mencapai angka 30% dan kemudian naik pesat menjadi di atas 60%. 

Ini berarti produk pengembangan UMKM memerlukan terobosan-terobosan baru agar UMKM tidak mengalami stagnasi bisnis. 

Tahapan Meningkatkan Pengembangan Produk

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana owner UMKM melakukan produk pengembangan usaha dalam bentuk terobosan baru, misalnya dengan digitalisasi bisnis? 

Sebelum menuju ke arah sana, akan lebih baiknya UMKM melakukan pembenahan produk dan layanan jasa agar bersaing. 

Mengingat era digital yang tadinya menjadi era lautan biru (blue ocean) dengan kondisi sedikit pesaing, akan berubah menjadi lautan merah (red ocean) yang dicirikan dengan banyak pesaing dengan produk sejenis.

Langkah-langkah pl UMKM 2022 dalam meningkatkan produk pengembangan UMKM dapat dimulai dengan: 

  1. Standarisasi Kualitas Produk

Jika kualitas produk dari daftar UMKM 2022 ternyata lebih rendah daripada kualitas pabrik, maka bisa dipastikan produk tidak akan terjual di pasaran.

Konsumen pasti akan memilih kualitas dari pabrik yang bahkan bisa memproduksi produk dalam ribuan paket per harinya.

Peningkatan standarisasi kualitas dapat dimulai dengan mengakses bahan baku yang berkualitas, meningkatkan kualitas kemasan packaging produk hingga mengurus legalitas usaha seperti Perusahaan-Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan sertifikasi halal.

Peningkatan ini dapat dilakukan dengan modal kecil, misalnya dengan mengakses bantuan UMKM 2022 dari pemerintah melalui Bank BRI.

Atau pengusaha UMKM dapat memanfaatkan fasilitas dari Dinas Koperasi dan UMKM dengan terlebih dulu cek UMKM 2022 apakah usaha sudah terdaftar atau belum. Jika belum bisa mendaftar di dinas setempat. 

2.  Perbaikan Rantai Pasokan

Jika produk pengembangan UMKM telah memiliki standar kualitas yang bagus. Maka tahapan selanjutnya adalah membuka rantai pasokan penjualan.

Digitalisasi hanyalah salah satu contoh dalam memperbaiki mata rantai pasokan, karena bisa juga mata rantai pasokan dibuka melalui pembukaan reseller, dropshipper hingga proses-proses yang lain.

Data UMKM 2022 menyebutkan bahwa rantai pasokan UMKM dapat dikembangkan dengan melalui penjualan di marketplace maupun jasa pesan antar makanan. 

3. Temu Bisnis (Business Matching)

Produk pengembangan UMKM selanjutnya dapat dikembangkan dengan owner usaha UMKM melakukan banyak temu bisnis dengan pengusaha, konsumen dan bahkan melakukan pameran di mall dan pusat keramaian yang difasilitasi oleh perusahaan besar maupun instansi pemerintah. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.