Nomor Induk Berusaha

Presiden Joko Widodo Mengimbau UMKM Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB)

KejarUMKM.com – Setelah melakukan reformasi birokrasi di sektor bisnis dengan memangkas perizinan berusaha yang dari tadinya rumit menjadi sederhana. 

Presiden Joko Widodo mengimbau pelaku usaha di sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengurus perijinan berbentuk nomor induk berusaha (NIB). 

Dikutip dari Kumparan, Kepala Negara menyampaikan himbauan dalam acara pembagian Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada lebih dari 2.500 pengusaha UMKM perorangan di Gedung Olahraga Nanggala Jakarta Timur. 

Pada kesempatan yang sama presiden menyampaikan bahwa pengusaha yang telah memiliki legalitas usaha berbentuk NIB akan memperoleh kemudahan dalam mengakses pinjaman dari perbankan.  

Langkah ini merupakan terobosan terbaru dari pemerintah, setelah sebelumnya Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memangkas birokrasi perijinan. 

Birokrasi perizinan di Indonesia pada awalnya sangat berliku dan ruwet, proses perijinan bisa memakan waktu 30 hari dan melewati lebih dari dua lembaga negara. 

Misalnya ketika sebuah usaha UMKM ingin mendirikan badan usaha harus mendaftar ke notaris, selanjutnya menunggu penetapan dari pengadilan negeri setempat. 

Mendaftarkan surat izin usaha perdagangan (SIUP) ke Kementerian Perdagangan dan Perindustrian. Panjang sekali bukan?

Nah, melalui reformasi birokrasi, Presiden Joko Widodo dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia meluncurkan online single submission (OSS) berbasis resiko. 

OSS ini memangkas perizinan yang terlalu lama dan memudahkan proses pendirian ijin usaha melalui satu pintu dibawah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). 

Apa itu Nomor Induk Berusaha?

Presiden menghimbau UMKM untuk memiliki nomor induk berusaha (NIB). Apa itu? NIB adalah nomor induk dari usaha-usaha yang ada di Indonesia. 

Istilah lainnya adalah nomor register pendaftaran, sama halnya dengan NIK (nomor induk kependudukan). 

Jika NIK untuk perorangan, maka untuk NIB untuk entitas bisnis. Apa saja yang disebut entitas bisnis? 

Pertama, UMKM berbentuk perorangan (siapa saja yang mendirikan usaha di Indonesia dengan omset di bawah 1 miliar maka disebut UMKM).

Kedua, UMKM yang berbentuk badan usaha seperti CV, UD atau PT Perseorangan.

Pendirian Usaha Dagang (UD) dan Commanditaire Vennootschap (CV) dapat dilakukan melalui notaris dan didaftarkan ke sistem administrasi badan hukum (SABU) Kementerian Hukum dan HAM RI. 

Sementara proses pendaftaran perseroan perorangan dapat dilakukan melalui website Kementerian hukum dan HAM RI.

Bagaimana Cara Membuat Nomor Induk Berusaha?

Membuat Nomor Induk Berusaha dapat melalui website www.oss.go.id secara gratis. 

Layanan ini disediakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan diperuntukkan bagi kalangan UMKM, usaha perorangan hingga badan usaha dan badan hukum. 

Bagaimana cara membuat nomor induk berusaha untuk UMKM perorangan:

  1. Persiapkan KTP dan nomor ktp. Masuk ke website: www.oss.go.id kemudian lakukan daftar secara mandiri dengan mengisi data yang diminta.
  2. Masukkan ketentuan pendaftaran untuk UMKM usaha perorangan dengan mengupload KTP dan nomor KTP.
  3. Selanjutnya tinggal lakukan isian profil usaha UMKM mulai dari jenis usaha sesuai dengan Kode Baku Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) versi 2020 termasuk modal yang dimasukkan.
  4. Pilih jenis izin usaha, untuk UMKM cukup ijin usaha berbentuk Nomor Induk Berusaha (NIB).
  5. NIB telah selesai dapat diunduh dan dicetak untuk keperluan legalitas usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.