Perbedaan KUR Konvensional dengan Syariah

Ketika berbicara kredit usaha rakyat (KUR) maka tidak bisa dipisahkan dari bank-bank konvensional milik pemerintah.

Karena pada awalnya kredit usaha rakyat disalurkan melalui bank-bank milik pemerintah berplat konvensional baru kemudian melebar kepada bank-bank lain. 

Sampai saat ini, bank-bank yang menyalurkan kredit usaha rakyat telah bervariasi dari bank-bank konvensional milik pemerintah, bank syariah nasional, bank daerah dan bahkan bank perkreditan rakyat. Hal ini tentunya memudahkan masyarakat untuk mengakses pembiayaan secara mudah. 

Mengakses kredit usaha rakyat bri sendiri salah satu favorit masyarakat, karena bank bri telah lama dikenal dan memiliki jaringan luas sampai ke pedesaan.

Namun, bagi beberapa orang kredit usaha rakyat melalui bank konvensional dirasa memberatkan dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Oleh karena itu pemerintah Indonesia juga membuka fasilitas kredit usaha rakyat bsi, melalui bank syariah Indonesia yang merupakan gabungan (merger) dari tiga bank besar yaitu BNI Syariah, BRI Syariah dan Mandiri Syariah. 

Kini kredit usaha rakyat dapat diakses secara syariah melalui BSI dengan tiga kategori yaitu kredit usaha rakyat super mikro, kredit usaha rakyat mikro hingga kredit usaha rakyat kecil. Ketiganya memiliki jenisnya masing-masing untuk segmentasi pasar yang berbeda. 

Segmentasi kredit usaha rakyat super mikro diperuntukkan bagi pengusaha pemula dengan akses modal sampai dengan 5 juta rupiah. Sementara kredit usaha rakyat mikro untuk pengusaha menengah dengan nominal sampai 50 juta. Sementara kredit usaha rakyat kecil untuk pengusaha yang membutuhkan modal atau investasi kerja sampai dengan 500 juta rupiah.

Selanjutnya perbedaan mendasar antara kredit usaha rakyat konvensional di bank seperti BRI, Mandiri, BCA dengan Bank Syariah Indonesia dapat dijelaskan sebagai berikut ini:

  1. Kredit usaha rakyat konvensional seperti kredit usaha rakyat mandiri menggunakan sistem bunga. Bunga tahunan untuk kredit usaha rakyat bri mencapai angka 9 persen per tahun. Untuk tahun ini pemerintah Indonesia memberikan subsidi 6 persen. Sehingga bunga kredit usaha rakyat bni hanya mencapai 3 persen saja per tahun. Murah bukan?
  2. Kemudian untuk kredit usaha rakyat bsi menggunakan sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil ini sesuai dengan amanat dari dewan syariah bank syariah untuk memberikan kredit sesuai dengan prinsip-prinsip agama Islam. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *