Perbedaan CV dengan PT

Perbedaan CV dengan PT

Bagi kalian yang akan memulai sebuah usaha, mengetahui perbedaan antara CV dengan PT merupakan hal yang penting. Karena menyangkut bentuk badan usaha yang akan kalian dirikan nantinya.

CV adalah perusahaan yang didirikan atas kepercayaan, tidak berbadan hukum, dan kekayaan pribadi pemilik dan CV tidak dapat dipisahkan.

Di sisi lain, PT adalah badan hukum yang modalnya terdiri atas beberapa saham yang mana setiap pemegang saham memiliki tanggung jawabnya masing-masing.

Pada dasarnya CV dan PT sudah berbeda, dimana CV merupakan sebuah badan usaha yang tidak berbadan hukum, sedangkan PT adalah badan usaha yang berbadan hukum.

Hukum yang mengatur antara CV dan PT juga berbeda. Jika CV hanya diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) sedangkan PT memiliki Undang-undangnya tersendiri yaitu UU No 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

Dalam UU No 40 Tahun 2007 juga menerangkan bahwa modal dasar minimal yang bisa diserahkan sebagai asset perusahaan PT adalah sebesar Rp50 juta.

Sedangkan dalam CV tidak memiliki aturan khusus mengenai batas jumlah minimal dan maksimal jumlah modal CV.

Dalam menentukan sebuah nama, PT tidak bisa sembarangan memakai sebuah nama. Karena tiap PT tidak boleh ada kesamaan nama sedikitpun.

Berbanding terbalik dengan CV yang penentuan sebuah nama tidak memiliki aturan mengenai kesamaan dengan CV lain dan perubahan nama perusahaan juga bisa lebih mudah dilakukan tergantung pemilik modal dan persekutuan yang berperan.

Tujuan dan kegiatan antara PT dan CV juga memiliki perbedaan yang dapat dilihat dari cakupan aktivitas usaha.

Dimana PT memiliki cakupan yang lebih luas dalam pengelolaan bisnisnya sesuai maksud dan tujuan pendirian PT tersebut masing-masing, seperti:

  • PT sektor non-fasilitas yang berarti meliputi kegiatan usaha perdagangan, perindustrian, pertanian, percetakan, dan jasa.
  • PT sektor usaha khusus yang berada di bidang perfilman dan perekaman video, perusahaan pers, pariwisata, pengangkutan udara, dan lain-lain.
  • Jenis usaha lainnya.

Sedangkan CV memiliki keterbatasan dalam bidang usaha, yaitu hanya bisa menjalani bisnis di sektor-sektor tertentu yang meliputi perdagangan, perindustrian, pertanian, percetakan, dan jasa.

Terlepas dari adanya perbedaan antara CV dan PT, keduanya adalah badan usaha yang di dalam aktivitas bisnisnya menghasilkan laba.

Terdapat beberapa ketentuan yang mengatur perihal pajak penghasilan (PPh). Berdasarkan UU Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Subjek Pajak tanggungan pajak antara CV dan PT adalah sebagai berikut.

Aturan perpajakan atas badan usaha dan laba

  • CV dan PT sama-sama dikenai pajak badan usaha yang dihitung berdasarkan jumlah penghasilan badan usaha.
  • Sesuai Pasal 25, setiap akhir tahun CV dan PT dikenai pajak atas laba berdasarkan Surat Pemberitahuan Pajak (SPP).

Aturan perpajakan atas penghasilan

  • Sesuai Pasal 9 Ayat 1 Huruf j, perusahaan berbentuk CV tidak dikenai Pajak Penghasilan (PPh) karena bukan badan hukum dan laba yang didapat bukan termasuk gaji.
  • Sesuai Pasal 4 Ayat 1, perusahaan berbentuk PT dikenai PPh karena ada gaji yang diberikan kepada direktur dan komisaris. Pengenaan pajak sekitar 15 persen dari dividen (keuntungan) yang diperoleh.

Itu dia pembahasan perbedaan bentuk badan usaha antara PT dan CV yang memang sudah cukup populer di dunia bisnis Indonesia.

Semoga tulisan di atas bisa menjadi bahan pembanding bagi kalian yang ingin mendirikan sebuah badan usaha. Salam Sukses!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *