Pelatihan TOT Pendamping UMKM

Pelatihan TOT Pendamping UMKM

Kejarumkm.com – UMKM sebagai sektor ekonomi yang berada di lapisan terbawah memerlukan intervensi berbentuk pendampingan dan asistensi. 

Pendampingan ini diperlukan mengingat banyak pelaku UMKM belum berpengalaman, rentan terhadap guncangan ekonomi serta memiliki pengetahuan yang minim dalam dunia usaha. 

Kelompok belajar UMKM (KejarUMKM) sebagai agregator ekonomi mikro, kecil dan menengah memiliki beberapa program pendampingan UMKM yang bertujuan mendorong pengusaha UMKM bisa naik kelas. 

Melalui pendampingan ini, Kejar UMKM membantu pelaku UMKM bisa merintis usahanya dalam lima tahun pertama berdiri, kemudian mendorong skala usaha UMKM membesar dan masuk dalam rantai ekonomi yang lebih luas. 

Berikut masalah-masalah UMKM yang perlu didampingi menurut analisis Kelompok Belajar UMKM (KejarUMKM):
  1. Kemampuan manajemen dan kelembagaan: Banyak pelaku UMKM tidak memahami proses penataan manajemen dan kelembagaan usaha. Terutama pada usaha-usaha mikro kecil menengah dengan status perorangan yang menggunakan tenaga dari keluarganya sendiri. Masalah yang sering ditemui adalah struktur organisasi yang tidak jelas, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang belum terdistribusikan dengan baik. Sehingga beban pekerjaan masih sering bertumpu pada satu orang, atau sebaliknya kelebihan banyak pekerja sehingga menghabiskan banyak anggaran. 
  2. Kemampuan keuangan dan penyusunan laporan keuangan: Banyak pelaku UMKM tidak memahami keuangan sederhana, sehingga operasional usaha berjalan seadanya tanpa ada rencana anggaran dan realisasi yang jelas. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan banyak usaha UMKM tutup dalam lima tahun operasional karena bangkrut. 
  3. Kemampuan berjejaring dan berkomunikasi: Banyak pelaku UMKM hanya fokus pada operasional bisnis semata, sehingga kurang memperhatikan faktor jejaring dan komunikasi terhadap produsen, konsumen maupun supplier bahan baku. Hal ini menjadi penyebab UMKM sulit berkembang, padahal dengan melebarkan jejaring komunikasi. Maka pengusaha UMKM dapat dengan mudah mengakses harga bahan baku yang lebih murah (grosir), mengakses jejaring pasar konsumen yang lebih luas serta membidik target market baru. 
  4. Kemampuan memahami hukum bisnis: Walaupun berbentuk UMKM, sudah seharusnya pelaku UMKM memahami hukum bisnis meskipun dalam hitungan sederhana. Prinsip ini penting karena banyak yang mengabaikan. Apa jadinya jika snack-snack atau produk kosmetik yang diedarkan UMKM kemudian disidak kepolisian karena tidak memiliki izin edar? Sehingga ratusan produk yang sudah terpasang di rak-rak supermarket dan toko kelontong harus disita. Inilah kerugian ketika pengusaha UMKM tidak memahami hukum-hukum bisnis dalam bentuk sederhana saja. 
Dari empat analisis masalah tersebut, Kelompok Belajar UMKM (Kejar UMKM) memberikan rekomendasi kepada pendamping UMKM untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam empat hal:
  1. Penguasaan penyusunan struktur organisasi bisnis yang efektif dan efisien. Proses ini dapat dilakukan dalam pelatihan UMKM yang diadakan oleh KejarUMKM. 
  2. Penguasaan laporan keuangan sederhana dalam bentuk microsoft excel atau software sederhana. Pelatihan UMKM yang diadakan KejarUMKM mencakup pelatihan penggunaan software Entitas Mikro Kecil dan Menengah (EMKM).
  3. Penguasaan Networking Bisnis dalam bentuk temu komunitas sesama pelaku UMKM. Pelatihan-pelatihan yang diadakan Kejar UMKM mempertemukan pelaku UMKM dari segala tingkat skala ekonomi usaha. 
  4. Penguasaan dasar hukum-hukum bisnis seperti legalitas usaha berbentuk Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Usaha Mikro Kecil dan Menengah (IUMKM), P-IRT hingga ijin edar. Pelatihan-pelatihan UMKM yang diadakan Kejar UMKM memfailitas pendampingan penyusunan ijin-ijin legalitas usaha.  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.