Pelatihan Penyusunan Rencana Usaha

Pelatihan penyusunan rencana usaha dibutuhkan umkm untuk bisa naik kelas. 

Pekan ini publik dihebohkan dengan usaha umkm yang pernah dirintis puluhan tahun berhasil melakukan Initial Publik Offering (IPO) penawaran saham perdana di Bursa Efek Indonesia. 

Usaha umkm tersebut adalah Kebab Turki Baba Rafi yang dirintis tahun 2004 dengan gerobak dan pada tahun 2022 berhasil melesat masuk ke dalam bursa efek dengan bendera PT SKB Food. 

Bagaimana pelatihan penyusunan rencana usaha mempengaruhi kesuksesan umkm? Simak penjelasan CEO SKB Food Eko Pujianto dan Founder Kebab Turki Nilamsari dalam mensukseskan umkm naik kelas. 

Rencana Usaha Memberi Jalan UMKM Bangkit

Eko Pujianto, Direktur Utama SKB Food menyampaikan bahwa pada tahap awal mengembangkan Kebab Turki Baba Rafi untuk masuk bursa perlu pembenahan internal. 

Hal ini karena terjadi pecah kongsi para pendiri Kebab Turki Baba Rafi antara Nilamsari dengan Hendi Setiono. 

Keduanya adalah suami istri pendiri Kebab Turki Baba Rafi namun kemudian pecah kongsi. Pecah kongsi ini kemudian diputuskan oleh pengadilan bahwa keduanya masih berhak menggunakan merk yang sama.

Nilamsari kemudian mendirikan SKB Food dengan mengembangkan Kebab Turki Baba Rafi dimulai membenahi internal perusahaan. 

Peta jalan yang dibuat Nilamsari ini sebagai bagian dari penyusunan rencana usaha paska perusahaan mengalami konflik. 

Umkm-umkm yang baru berdiri patut untuk belajar dari kebangkitan Kebab Turki Baba Rafi. Melalui pelatihan penyusunan rencana usaha ini, perusahaan umkm dapat mengantisipasi adanya konflik-konflik internal.

Apa yang dilakukan SKB Food untuk bangkit kembali?

Salah satu konsep pelatihan penyusunan rencana usaha yang digelar oleh Kelompok Belajar UMKM adalah konsep re-design atau desain ulang menggunakan peta jalan BMC (business model canvas). 

Dimana usaha-usaha umkm memetakan potensi pelanggan, potensi masalah, potensi bahan baku hingga membuka jalur rantai pasokan penjualan.

Pendiri SKB Food, Nilamsari menyampaikan bahwa dia harus membabat alas dari awal. Membenahi kondisi internal perusahaan dan kemudian baru menyusun kembali potensi-potensi yang bisa dikembangkan. 

Nilamsari juga menunjuk banyak eksekutif muda untuk menjalankan perusahaan sehingga perusahaan bisa terus berkembang dan adaptif terhadap perubahan. 

Bahkan terbaru, SKB Food Kebab Turki Baba Rafi tidak hanya fokus pada bisnis kebab, melainkan melakukan ekspansi kepada bisnis lain.

Saat peluncuran awal IPO perusahaan di bursa efek, pendiri SKB Food Nilamsari menyampaikan bahwa usaha umkmnya sekarang tidak hanya fokus pada kebab saja. 

Tetapi juga meluas kepada perdagangan bahan baku makanan beku, makanan cepat saji dan bahkan membuka kran ekspor-impor dagang. 

Hal ini cukup mengejutkan karena ternyata umkm juga bisa melakukan ekspansi bisnis lintas negara.

Proses yang dilakukan oleh SKB food yang berawal dari umkm kecil kemudian membesar tidak bisa dilepaskan dari peta jalan usaha pendiri perusahaan. 

Jika Anda adalah pendiri usaha umkm, maka mengikuti pelatihan penyusunan rencana usaha sangat dianjurkan untuk menyusul kesuksesan SKB Food melantai di Bursa Efek Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.