Pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan UMKM

Kejarumkm.com – Apakah laporan keuangan UMKM penting bagi pelaku usaha di sektor mikro kecil dan menengah? 

Jika pertanyaan ini disampaikan kepada pelaku usaha UMKM saat ini banyak kemungkinan menjawab belum terlalu penting. 

Padahal pengelolaan keuangan yang baik adalah kunci sukses memajukan bisnis UMKM.

Banyak usaha UMKM mangkrak dan bangkrut di tiga tahun awal pendirian, salah satu faktornya ditunjang minimnya literasi pengusaha terkait dengan pengelolaan keuangan. 

Salah satu masalah terbesar UMKM dan pemilik bisnisnya (business owner) adalah mencampuradukkan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha. 

Sehingga bisa diprediksi bahwa uang yang dipakai operasional usaha akan terpakai untuk kebutuhan pribadi. 

Salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah ini tentunya pemilik usaha harus melek keuangan, melek pengelolaan literasi keuangan UMKM.

Serta jika ingin menaikkan skala usaha dalam tingkatan yang lebih tinggi perlu memahami standar operasional prosedur (SOP) penyusunan laporan keuangan UMKM. 

Kelompok Belajar UMKM (Kejar UMKM) sebagai agregator dan komunitas UMKM terbesar di Indonesia memiliki program pendampingan dan pelatihan UMKM khususnya pada pembuatan laporan keuangan. 

Pelatihan penyusunan laporan keuangan ini juga disesuaikan dengan standar Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Indonesia (PSAK) sesuai dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Apa bentuk laporan keuangan UMKM yang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Indonesia? 

Yaitu berbentuk Standar Akuntansi Keuangan sesuai Entitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau biasa disingkat dengan SAK EMKM. 

UMKM yang memiliki laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM memiliki beberapa kelebihan dibandingkan mereka yang tidak memiliki laporan keuangan sesuai dengan SAK EMKM. 

Berikut penjelasannya:

  1. UMKM yang telah memiliki laporan keuangan SAK EMKM biasanya berbentuk badan usaha atau badan hukum yang memiliki legalitas sehingga memudahkan usahanya untuk berkembang dan berekspansi.
  2. UMKM yang telah memiliki laporan keuangan SAK EMKM memiliki potensi untuk bermitra dan berkembang dengan pihak ketiga, misalnya mengakses kredit perbankan, melakukan kerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah (dalam bentuk tender-tender proyek dan produk-produk UMKM), serta memudahkan dalam menarik investor atau partner strategis. 
  3. UMKM yang telah memiliki laporan keuangan SAK EMKM berpotensi menarik investor besar. Jika UMKM memiliki produk unggulan dan dapat berkembang pesat, maka investor-investor besar yang akan berminat berinvestasi akan melihat laporan keuangan UMKM. Laporan keuangan UMKM yang dibutuhkan adalah laporan keuangan sesuai dengan standar SAK UMKM. 

Apakah menyusun dan menggunakan laporan keuangan SAK UMKM memerlukan waktu proses panjang dan harus memiliki latar belakang di bidang ekonomi atau akuntansi? Jawabannya adalah tidak. 

Karena melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan laporan keuangan dari Kejar UMKM, peserta akan diberikan pendampingan dari nol.

Diajarkan menyusun laporan keuangan menggunakan aplikasi software sehingga tidak memasukkan data-data keuangan. 

Nantinya pengusaha UMKM tinggal menggunakan laporan keuangan akhir untuk para pengguna laporan keuangan.

Jika pelaku usaha UMKM berminat mengikuti pelatihan penyusunan laporan keuangan UMKM dari KejarUMKM dapat menghubungi kontak: 0877-3890-0800 atau melalui email: info.meravi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.