Pelatihan Digital Marketing UMKM

Pelatihan Digital Marketing UMKM

Ikuti pelatihan digital marketing bertujuan mencari market baru

Kejarumkm.com – Sepanjang pandemi Covid-19 yang berlangsung dari tahun 2020 hingga 2022, sektor UMKM berhasil melakukan shifting (perpindahan pola bisnis) dari konvensional menjadi online. 

Katadata Insight Center bahkan menyebut perpindahan ini terjadi pada sekitar 90% pelaku usaha UMKM dari berbagai sektor. 

Dari riset yang sama bahkan UMKM berhasil membuka pasar pangsa baru sekitar 80 sampai dengan 90%, menarik bukan?

Apa sih rahasia UMKM bisa melakukan perpindahan pola bisnis dari konvensional menuju online? 

Jawabannya terletak pada kemampuan memahami digital marketing sebagai alat untuk survive di tengah masa krisis pandemi. 

Pelaku-pelaku usaha UMKM dituntut untuk agile dan adaptif terhadap perubahan zaman. Sehingga mereka perlu mendapatkan pelatihan UMKM berupa digital marketing untuk menjaga operasional bisnis tetap berjalan.

Pada pelatihan UMKM mengenai digital marketing, Kelompok Belajar UMKM (Kejar UMKM) memberikan pemahaman dasar yang perlu diperhatikan pengusaha UMKM. Berikut softskill digital marketing yang perlu diperhatikan:

  1. Kemampuan berjualan dan mengoperasikan media sosial. Data dari Katadata Insight Center lebih dari 80% perpindahan operasional bisnis UMKM terbukti laris manis di media sosial seperti facebook, instagram hingga aplikasi pesan instan. Ini membuktikan bahwa kemampuan dasar dalam mengoperasikan dan berjualan di media-media sosial tersebut cukup penting. 
  2. Kemampuan memahami e-commerce. Pusat penjualan daring (online) ini menyumbang kontribusi sekitar 60%. Hal ini selaras dengan lebih dari empat raksasa e-commerce di Indonesia menguasai pasar penjualan online. Pelaku bisnis UMKM perlu memahami dasar-dasar jual beli online di marketplace orange, biru, hijau hingga merah yang menduduki peringkat atas pusat penjualan daring. 
  3. Kemampuan copywriting. Copywriting dalam bahasa sederhana adalah kemampuan menjadi sales (menjual) produk-produk UMKM. Barang yang dijual tidak hanya diposting atau dipasang begitu saja, tetapi memerlukan kata dan kalimat persuasif untuk menarik pembeli dan konsumen. 
  4. Kemampuan teknik fotografi dasar. Bagaimana perasaan anda jika melihat produk-produk dalam sebuah marketplace (e-commerce) atau media sosial penampilannya tidak rapi, cara mengambil fotonya berantakan? Tentu tidak nyaman bukan? Nah, dalam pelatihan digital marketing yang digelar KejarUMKM, peserta akan dilatih teknik fotografi sederhana hanya menggunakan smartphone saja. Jadi tidak memerlukan kamera digital yang mahal-mahal.
  5. Kemampuan membuat blog atau website dengan landing page. Walaupun jarang diperhatikan oleh banyak pengusaha UMKM. Bisnis UMKM dengan website dan blog terbukti bermanfaat. Banyak pembeli justru merasa usaha UMKM yang memiliki website atau blog lebih terkesan profesional. Selain itu dengan blog dan website, pengusaha UMKM tidak perlu menjelaskan bentuk bisnisnya kepada setiap orang. Para pembeli bisa mengetahui produk dan bisnisnya dalam website dan blog, atau dibentuk menjadi toko online. 

Setiap bulannya, Kelompok Belajar UMKM (Kejar UMKM) mengadakan pelatihan digital marketing bagi UMKM yang ingin naik kelas.

Pelatihan ini digelar dalam bentuk online dan tatap muka. Bagi peserta dan pelaku usaha yang berminat dapat menghubungi nomor kontak whatsapp sebagai berikut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.