Kelebihan dan Kekurangan Badan Usaha CV

Pernahkah kalian mendengar kata CV? 

Eittss tapi yang dibahas kali ini bukanlah Curriculum Vitae, yang biasa digunakan untuk melamar sebuah pekerjaan. Namun, Commanditaire Vennontschap yang diambil dari Bahasa Belanda dan memiliki arti Persekutuan Terbatas.

CV/Persekutuan terbatas ini adalah salah satu bentuk badan usaha yang dibentuk oleh dua orang atau lebih dan kemudian mempercayakan modal yang dimiliki kepada dua orang atau lebih.

Mudahnya menurut beberapa ahli, dalam sebuah CV terdiri dari sekutu komanditer dan sekutu komplementer. Dalam hal ini sekutu komanditer (sekutu pasif) adalah sekelompok orang yang bertanggung jawab memberikan modal CV kepada sekutu komplementer.

Sedangkan sekutur komplementer (sekutu aktif) adalah sekelompok orang yang bertanggung jawab untuk menjalankan kegiatan CV.

Tujuannya adalah agar tercapainya cita-cita bersama dengan tingkat keterlibatan masing-masing anggotanya yang berbeda. Oleh karena itu, di dalam CV terdapat dua sekutu yang berbeda, namun memiliki tanggung jawabnya masing-masing.

Sebuah badan usaha khususnya CV umumnya didirikan dengan akta usaha dan didaftarkan melalui notaris sehingga memperoleh payung hukum yang legal.

Tujuannya agar sebuah badan usaha dapat menjalankan aktivitas bisnisnya dengan resmi dan legal sesuai hukum yang berlaku.

Dalam perjalanan bisnisnya sebuah CV sebagai bentuk badan usaha pasti memiliki kelebihan dan kekurangnnya tersendiri.

Contoh kelebihannya adalah badan usaha CV sudah disediakan pilihannya dalam aturan hukum yang ada, karena melihat dari banyaknya perusahaan yang memilihi CV sebagai bentuk badan usahanya.

Contoh kelebihan CV lainnya adalah :

  1. Memiliki kepastian hukum sebagai badan usaha. Karena memiliki akta perusahaan yang didaftarkan di notaris. CV juga memiliki dasar hukum yang sudah diakui oleh negara.
  2. Meskipun modal dapat dikumpulkan dengan mudah, tidak ada batasan minimal berapa modal yang harus dimiliki oleh CV. Oleh karena itu, CV seringkali menjadi pilihan bagi pelaku usaha yang masih berskala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tetap bisa beroperasi dan berkompetisi.
  3. Lebih mudah berkembang karena dapat dikelola oleh siapapun yang dikehendaki, pada umumnya dikelola oleh seseorang yang dianggap memiliki kemampuan manajerial yang paling baik.
  4. Risiko dan kendala menjadi tanggung jawab bersama semua sekutu.
  5. Pengambilan keputusan yang lebih cepat. Tidak seperti PT, keputusan besar harus diambil sesuai dengan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS). CV dapat menentukan keputusan besar tanpa melakukan rapat dan dapat melakukan tindakan eksekusi demi kebaikan perusahaan.
  6. Perubahan akta yang lebih mudah. Pemilik dapat melakukan perubahan akta tanpa harus mengadakan rapat terlabih dahulu dengan pengurus.
  7. Sistem pajak yang lebih mudah. CV bukan termasuk bentuk badan usaha yang disertai badan hukum. Di satu sisi, hal ini tampak sebagai kekurangan, namun dari sudut pandang pengenaan pajak, hal ini merupakan keuntungan. Laba yang diterima CV saat akhir tahun hanya dibebani satu kali pajak, yakni pajak perusahaan. Pemilik yang menerima bagian laba CV tidak dikenai pajak dan termasuk dalam non objek PPh.
  8. Nama perusahaan bisa disesuaikan dengan keinginan. Nama perusahaan mencerminkan identitas perusahaan baik dari brand, berbisnis apa, asal daerah, pemilik, atau lainnya. 

Walaupun demikian, CV sebagai bentuk badan usaha tentunya memiliki kekurangan yang akan dihadapi, diantaranya adalah :

  1. Riskan terjadi konflik dan gesekan di antara anggota sekutu.
  2. Sebagian sekutu memiliki tanggung jawab yang lebih besar, yakni sekutu aktif atau komplementer yang berperan sebagai pelaku aktivitas perusahaan CV, dibandingkan sekutu lainnya.
  3. Kemajuan atau kemunduran CV bergantung pada sekutu aktif atau komplementer sehingga kelangsungan hidup perusahaan tidak menentu. Jika sekutu aktif merupakan orang-orang yang kompeten hal ini tentu menjadi nilai plus. Namun yang dikhawatirkan adalah perusahaan dijalankan oleh orang-orang yang tidak kompeten, tentu hal ini memberikan resiko yang besar terhadap keberlangsungan jalannya perusahaan.
  4. Kerugian ditanggung secara bersama-sama. Hal ini bisa menjadi kelebihan, bisa juga menjadi kekurangan CV. Bagi persekutuan pasif, hal ini tentu menjadi kerugian karena dia harus merelakan modal yang ditanamkan pada CV berkurang akibat kerugian yang ditanggung.
  5. Tidak dapat dinyatakan pailit, sehingga apabila terjadi kerugian dan harta perusahaan tidak cukup untuk menanggung kerugian, maka sekutu aktif memiliki kewajiban untuk menanggung kerugian tersebut walaupun harus menggunakan harta pribadinya. Sementara sekutu pasif hanya bertanggung jawab sebesar modal yang ditanam di dalam CV.
  6. Modal susah ditarik kembali.
    Modal yang telah disetorkan kepada CV sangat susah untuk ditarik kembali, sehingga hal ini menjadi salah satu kekurangan CV.
  7. Pengawasan dan kekuasaan CV sangat kompleks.
  8. Tanggung jawab sekutu komanditer (pasif) yang terbatas bisa mengendorkan semangat mereka dalam memajukan perusahaan. 

Itu dia pembahasan mengenai bentuk badan usaha CV beserta kelebihan dan kekurangannya. Mudah-mudahan tulisan diatas dapat menambah wawasan para pembaca yang tertarik membuka badan usaha baru agar bisa menjadi pertimbangan kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *