Contoh UMKM Kualitas Ekspor

Contoh UMKM Kualitas Ekspor

Proses pendampingan UMKM salah satu tujuan utamanya adalah meningkatkan skala usaha UMKM. 

UMKM yang awalnya hanya menjual produk-produknya pada pasar lokal dan bahkan pada pasar mikro di desa. 

UMKM dapat naik kelas dengan menjual produk-produk usahanya menjadi pasar lintas provinsi, nasional dan melakukan ekspor ke luar negeri.

Serta dapat meningkatkan pendapatannya lebih besar dari sebelumnya.

Proses pendampingan UMKM dari skala kecil menjadi skala internasional dapat menjadi salah satu program korporatisasi UMKM. 

Korporatisasi UMKM adalah proses menjadikan UMKM setidaknya memiliki sistem seperti pabrik.

UMKM dapat berproduksi dalam jumlah besar, mengakses bahan baku secara murah dan paling penting hasil produksinya dapat terserap pasar dengan baik. 

Karena jika korporatisasi UMKM hanya berfokus pada hulu saja, maka bahan-bahan produknya belum dipikirkan untuk masuk pasar.

Nah, disinilah proses business matching (mempertemukan produk dengan konsumen) sebagai bagian dari korporatisasi UMKM. 

Ketika usaha UMKM menemukan konsumennya di pasar internasional, maka sistem hulu yang telah dibenahi dapat memenuhi permintaan dengan baik. 

Lalu bagaimana contoh UMKM kualitas ekspor yang berhasil melakukan korporatisasi UMKM, berikut tahapannya:

  • Usaha UMKM memiliki kelembagaan dan tata kerja yang baik.

Ketika usaha UMKM memiliki struktur lembaga yang jelas dan standar operasional pekerjaan dengan baik. 

Maka meningkatkan skala usaha (scale up) dapat dengan mudah. 

Salah satunya ketika korporatisasi dari skala mikro bergerak ke arah menengah dan menuju sistem besar seperti pabrik. 

Owner UMKM hanya tinggal membesarkan kelembagaan dan skala kerja.

  • Usaha UMKM memiliki sistem penyusunan keuangan yang baik.

Tidak usah muluk-muluk dengan sistem aplikasi akuntansi yang mahal. 

Menggunakan aplikasi keuangan gratisan akan membantu UMKM dalam memetakan biaya produksi, biaya pegawai, biaya biaya produksi lain serta proyeksi keuntungan. 

Hal-hal sederhana ini akan membantu UMKM ketika menaikkan skala usahanya dalam bentuk korporat. 

  • Usaha UMKM memiliki rantai pasokan penjualan.

Misalnya ketika owner berada dalam komunitas ekspor dan berhasil menemukan buyer (pembeli). 

Ketika UMKM mengirim sampel untuk disetujui hanya tinggal mendongkrak produksi produk-produk UMKM.

  • Legalitas dan standar produk

Satu hal yang tidak bisa dilupakan, UMKM harus memiliki legalitas yang jelas baik dalam bentuk UD, CV atau Perseroan terbatas (PT), serta memahami legalitas ekspor (seperti NIB sebagai Angka Pengenal Importir). 

Kemudian sertifikasi produk dalam bentuk SNI (standar nasional indonesia) dan juga sertifikat halal khusus untuk negara-negara tujuan yang memiliki penduduk mayoritas muslim (terutama di negara Timur Tengah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.