Cara Mengembangkan Bisnis UKM Skala Global

Cara Mengembangkan Bisnis UKM Skala Global

KejarUMKM.com –  Berikut merupakan cara mengembangkan bisnis UKM Skala Global.

UMKM memegang peranan penting dalam tulang punggung ekonomi nasional di Indonesia.

Mengembangkan bisnis UKM merupakan salah satu fokus pengembangan yang sedang diincar oleh pemerintah Indonesia.  

Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan menyebut UMKM berkontribusi kepada penyerapan tenaga kerja mencapai angka 90% disusul dengan industri lain seperti manufaktur, perkebunan hingga pertambangan. 

Angka ini membuktikan bahwa potensi UMKM masih memiliki ruang untuk cara mengembangkan bisnis umkm skala global. 

Pemerintah telah memberikan banyak ruang bagi UMKM untuk mengembangkan diri dari skala kecil menjadi nasional dan menuju global. 

Cara mengembangkan bisnis UMKM skala global menjadi tujuan utama pemerintah. Pengembangan usaha ini bertujuan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat Indonesia, serta meningkatkan kontribusi UMKM pada produk domestik bruto nasional. 

Selain itu juga pengembangan ini bertujuan agar UMKM bisa menjadi sektor tulang punggung ekonomi di masa krisi, dengan menjadi tulang punggung maka dalam jangka panjang perekonomian nasional dapat terjaga dan mandiri dari intervensi asing.

Peningkatan skala UMKM dari tingkat lokal menjadi nasional salah satunya ditandai dengan masuknya UMKM ke rantai pasok marketplace. 

Masuknya rantai pasok ini akan membuka akses pasar konsumen yang lebih luas secara cepat, efektif dan efisien. 

Menariknya adalah pelatihan dan cara mengembangkan bisnis UMKM skala nasional telah banyak dilakukan kalangan pemerintah maupun pihak swasta. Termasuk marketplace-marketplace ternama terus mendorong peran aktif UMKM dalam rantai pasokan penjualan secara daring.

Kelompok Belajar UMKM (Kejar UMKM) mendorong UMKM tidak hanya mengembangkan diri dari skala lokal ke skala nasional. 

Melainkan juga belajar cara mengembangkan bisnis UMKM ke dalam skala global.

Mengapa pengembangan skala global perlu dipikirkan, berikut pertimbangannya UMKM perlu belajar cara mengembangkan bisnis UMKM ke dalam rantai pasokan global:

  1. Mata rantai  global membuka UMKM untuk mengakses bahan baku secara murah dengan harga bersaing. Misalnya UMKM dapat mengimpor bahan baku dari negara-negara produsen yang memiliki keunggulan produk secara komparatif. Misalnya mengimpor tepung dari negara-negara dengan konsumsi harian tepung lebih banyak ketimbang di Indonesia.
  2. Mata rantai global membuka kesempatan UMKM berinteraksi dengan seller (penjual) dan buyer (pembeli) secara luas. Interaksi ini tidak hanya ditujukan pada perluasan akses pasar konsumen, melainkan juga kolaborasi dan kerjasama. Misalnya seperti yang dilakukan industri otomotif dengan mengimpor bahan baku lalu merakit di pabrik-pabrik di Indonesia. 
  3. Mata rantai global membuka pasar konsumen. Terutama pada pasar-pasar konsumen di negara berkembang (dunia ketiga) seperti Afrika dan Timur Tengah. Produk-produk UMKM saat ini tengah bersaing di pasar Eropa, sehingga belum banyak pengusaha UMKM melirik pasar afrika dan timur tengah. UMKM perlu belajar bahwa potensi mie instan, sabun hingga produk-produk unggulan UMKM sangat laku keras di pasar Afrika dan Timur Tengah.

Lalu, bagaimana cara mengembangkan bisnis UMKM skala global:

  1. UMKM perlu memahami alur sertifikasi SNI (sertifikat nasional indonesia) dan juga sertifikasi halal MUI. Dua sertifikasi ini memegang peranan penting agar produk-produk UMKM diterima di pasar global. Pasar global sangat konsen dengan hal-hal yang berkaitan dengan standar produk, keamanan produk dan bagi pasar muslim sertifikat halal menjadi syarat utama. 
  2. UMKM perlu memahami alur tata cara impor dan ekspor barang. Kini proses impor dan ekspor tidak sesulit dulu. Jika dulu membutuhkan banyak persyaratan yang rumit. Kini UMKM dapat mengurus sendiri proses impor dan ekspor. UMKM bahkan bisa memenuhi proses persyaratan legal impor dan ekspor secara cepat. Misalnya UMKM dapat memenuhi ketentuan legal perusahaan dengan mendirikan PT Perseorangan, memenuhi Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai angka pengenal impor. 
  3. UMKM perlu memahami scale up kapasitas usaha. Coba bayangkan jika menjual produk di pasar dalam negeri, mungkin hanya menyiapkan stok 100 sampai 500 pack barang. Sementara jika menjual produk-produk unggulan UMKM ke pasar internasional, maka perlu menyiapkan minimal 1000 pack setiap bulannya. Proses persiapan produk ini memerlukan scale up bisnis baik dari skala tenaga kerja, modal, keuangan hingga proses produksi. 

Demikian tips dan trik cara mengembangkan bisnis UMKM skala global dari Kelompok Belajar UMKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.