Cara Mendirikan Badan Usaha CV

Usaha mikro kecil dan menengah (umkm) ketika akan berkembang biasanya membutuhkan legalitas usaha.

Legalitas ini sebagai upaya untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah, mendapatkan bantuan dari pihak-pihak terkait dan/atau mendapatkan pengakuan di mata hukum.

Legalitas sendiri berkaitan dengan jaminan di mata hukum dan ketentuan kerjasama dengan berbagai pihak yang diatur dalam sebuah undang-undang.

Sehingga tidak bisa lagi usaha mikro kecil dan menengah hanya dikerjakan dan dioperasionalkan secara seadanya. 

Legalitas usaha yang biasanya dibutuhkan dalam proses pengembangan umkm meliputi legalitas jenis badan usaha, legalitas ijin usaha hingga legalitas pendukung seperti sertifikasi, tabungan bank hingga ijin-ijin jika memiliki produk yang dikemas dan diedarkan. 

Karena umkm merupakan usaha yang memiliki sedikit modal, maka jenis legalitas badan usaha yang kebanyakan dipilih adalah Commanditaire Vennootschap (CV).

CV sendiri banyak dipilih karena prosesnya lebih mudah dan murah serta tidak membutuhkan banyak orang. 

Selain CV ada juga badan usaha jenis baru yang diperkenalkan dalam Undang-Undang Cipta Kerja yang disebut PT Perorangan. Namun kali ini hanya akan membahas prosedur pembentukan CV saja.

Pengusaha pemula umkm memilih badan usaha jenis CV dengan alasan sebagai berikut:

  1. Membentuk dan membangun CV hanya membutuhkan dua pemodal saja atau minimal 2 KTP. Satu berperan sebagai pemodal (pasif) dan satu sebagai direktur pekerja (aktif). Namun keduanya tidak boleh suami dan istri. 
  2. Membentuk CV tidak disyaratkan modal minimal. Peraturan ini jauh lebih ringan ketimbang membentuk PT yang membutuhkan modal minimal 50 juta. 
  3. Membentuk CV juga tidak memerlukan syarat-syarat khusus seperti memiliki kantor, gedung ataupun tanah. 

Proses selanjutnya cara mendirikan badan usaha untuk UMKM berjenis CV:

  1. Membawa 2 Kartu Tanda Penduduk. Satu pihak akan berposisi sebagai sekutu pemodal (pasif) dan satu pihak akan menjadi direktur usaha (aktif).
  2. Menentukan nama CV, sesuai dengan Permenkumham Tahun 2018 mengenai pembentukan firma dan CV. Nama CV minimal terdiri atas dua kata dalam bahasa Indonesia. Misalnya: CV Gajah Tunggal, CV Madu Murni dll.
  3. Menyusun daftar list jenis-jenis usaha dalam CV. List ini merupakan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) yang diatur dalam Badan Koordinasi Penanaman Modal.
  4. Menghadap ke notaris untuk dibuatkan akta pendirian CV. Biaya pembuatan akta CV sangat murah berkisar antara 2 juta hingga 3 juta saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *