Pelatihan Penyusunan Rencana Usaha

Pelatihan Penyusunan Rencana Usaha

KejarUMKM.com – Pengusaha properti Indonesia yang pernah dijuluki begawan properti, Ir Ciputra menyampaikan bahwa data pengusaha di Indonesia masih jauh dari kondisi ideal. 

Beliau menyebutkan data bahwa hanya di bawah 1 persen jumlah pengusaha di Indonesia, padahal Indonesia membutuhkan 14 persen. 

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) baru-baru ini saja merilis bahwa jumlah pengusaha di Indonesia hanya mencapai angka 3,4 persen dari total jumlah ratusan juta jumlah penduduk di Indonesia. 

HIPMI menyoroti pentingnya pelatihan kewirausahaan dan skill entrepreneurship dididik sejak dini. 

Pelatihan kewirausahaan menjadi satu dari banyak cara menggenjot jumlah pengusaha di Indonesia. 

Karena dengan melalui pelatihan kewirausahaan maka dasar-dasar kemampuan seseorang dapat terbentuk dan memberikan bekal dalam merencanakan bisnis, menjadi pengusaha tangguh serta berkontribusi dalam perekonomian nasional. 

Terlebih pengusaha-pengusaha UMKM memiliki kontribusi nyaris 90 persen terhadap produk domestik nasional.

Pelatihan-pelatihan kewirausahaan diperlukan mengingat banyak berubahnya lanskap profesi dan karir di dunia industri di Indonesia. 

Baru-baru ini saja, adanya fakta lebih dari 100 calon pegawai negeri sipil dari kalangan generasi Y dan Z mengundurkan diri. 

Alasan pengunduran ini karena ekspektasi gaji yang tidak sesuai hingga kondisi dunia kerja yang tidak ideal. 

Banyak anak-anak muda memimpikan iklim kerja yang kompetitif dengan sistem penggajian yang sesuai (besar, berjenjang serta memiliki prospek berkembang). 

Kasus ini ditambah dengan adanya banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan-perusahaan startup berbasis teknologi. 

Tren PHK yang dinamakan dengan bubble burst ini menyebabkan banyak anak-anak muda memerlukan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan skill mereka dalam dunia bisnis. 

Kedua contoh nyata ini menjadi peluang bagi anak-anak muda generasi Y dan Z untuk menjadi pengusaha.

Mengisi kekosongan kondisi ideal Indonesia untuk menjadi negara maju yang memiliki lebih dari 14 persen pengusaha. 

Pelatihan kewirausahaan bagi generasi Y dan Z kini jauh lebih mudah ketimbang pelatihan-pelatihan sejenis sebelumnya. 

Pada tahun-tahun sebelumnya, pelatihan kewirausahaan terkesan kaku dan konservatif. 

Hanya diberikan bagi kalangan senior, berbicara di ruangan yang sunyi senyap dan bahkan membuat materi-materi kewirausahaan terkesan eksklusif. 

Namun, kini kondisinya sudah berubah total, pelatihan-pelatihan kewirausahaan dapat diakses dengan mudah dimanapun dan kapanpun melalui pelatihan kewirausahaan daring.

Beberapa situs-situs yang memberikan pelatihan kewirausahaan di bawah ini dapat menjadi rekomendasi bagi pengusaha muda untuk meningkatkan skill:

  1. Situs prakerja (www.prakerja.go.id), jika anda mengalami pemutusan hubungan kerja dapat mendaftarkan prakerja untuk mendapat akses pelatihan kewirausahaan gratis dan bahkan mendapatkan insentif.
  2. Situs pelatihan kewirausahaan berbayar seperti, skill academy, hari senin, revou, habiskerja adalah situs-situs yang menyediakan pelatihan kewirausahaan berbasis daring (online) dengan biaya terjangkau. Mayoritas pelatihan kewirausahaan yang diberikan merupakan materi-materi berwirausaha di dalam dunia informasi dan teknologi.

Selain itu, Anda juga bisa mengikuti pelatihan kewirausahaan dari komunitas-komunitas pengusaha.

Maupun jejaring umkm seperti bergabung dalam Kelompok belajar UMKM (KejarUMKM). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.