Pentingnya Literasi Keuangan untuk UMKM

Pengelolaan Keuangan merupakan salah satu yang terpenting di sebuah entitas termasuk UMKM karena akan berhubungan dengan kas UMKM yang keluar dan masuk. Sering sekali ukuran para UMKM yang berhasil yakni banyaknya uang dan bisa membeli barang apa saja, seperti mobil, rumah, dll. Namun, terkadang para pemilik UMKM masih belum bisa membedakan modal mereka dengan keuntungan yang mereka dapatkan. Modal yang harusnya mereka gunakan untuk keperluan operasional UMKMnya digunakan untuk kepentingan pribadi karena mereka menganggap bahwa itu uang mereka yang bisa digunakan untuk apa saja. Dengan begitu maka tidak heran usaha yang dikembangkannya malah gulung tikar secara tiba-tiba.

Pada umumnya praktik kegiatan UMKM berjalan tanpa mengandalkan informasi keuangan yang disusun secara tertib dan teratur. Banyak UMKM dapat berjalan normal tanpa dukungan informasi keuangan yang memadai. Mereka dapat berhasil tanpa laporan keuangan yang dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan hanya didasarkan pada intuisi dan kebiasaan yang berasal dari pengalaman sebelumnya.

Adapun kegiatan penyusunan laporan keuangan, masih dianggap mewah dan belum sebanding dengan kegunaannya. Akibatnya pelaku UMKM tidak mengetahui secara persis berapa pendapatan (kas) yang seharusnya diterima, berapa biaya operasi yang seharusnya dikeluarkan dan berapa yang seharusnya masih tersisa. Kalaupun ada perencanaan kegiatan, biasanya tidak tersusun secara tertib sehingga mengalami kesulitan bagaimana cara mengalokasikan dana (kas) yang ada sekarang. Permasalahan itu semakin kompleks seiring dengan semakin besarnya kegiatan usaha UMKM.

Sehingga pada kesimpulannya bahwa literasi keuangan sangatlah penting untuk menjaga asset pemilik UMKM termasuk asset tetap maupun kas. Sehingga keuangan UMKM tetap bisa terkontrol dengan baik dan bisa mencukupi segala kebutuhan operasional UMKM. Beberapa dampak yang terjadi apabila pemilik UMKM tidak bisa menjaga keuangannya dengan baik yakni :

  1. Terjerat Renteiner karena UMKM memiliki utang yang besar dan tidak sanggup membayarnya. Bisa juga dikarenakan kas yang ada diperusahaan habis untuk keperluan pribadi,
  2. Usaha tidak maju-maju,
  3. Gaya hidup yang boros,
  4. Tidak ada jaminan hari tua,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *