SAK EMKM Untuk Pelaporan Keuangan Bagi UMKM

Pentingnya penyajian laporan keuangan untuk UMKM mengharuskan UMKM untuk dapat menyusun laporan keuangan. Tapi bagaimana jika UMKM belum dapat menyusun laporan keuangannya sesuai dengan SAK ETAP karena dirasa terlalu rumit. Dalam rangka mewujudkan UMKM Indonesia yang maju, mandiri, dan modern, Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) IAI telah mengesahkan Exposure Draft Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (ED SAK EMKM) pada tanggal 18 Mei 2016.  SAK EMKM adalah standar yang disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro, kecil, dan menengah. SAK EMKM ini merupakan standar akuntansi keuangan yang jauh lebih sederhana dari pada SAK ETAP.

Lalu siapa sajakah yang dapat menggunakan SAK EMKM? SAK EMKM ditujukan untuk entitas mikiro kecil dan menengah sesuai dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah. Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh siapapun yang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi tersebut. Pengguna tersebut meliputi penyedia sumber daya bagi entitas seperti kreditor maupun investor. Dalam memenuhi tujuannya, laporan keuangan juga menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Menurut SAK EMKM, laporan keuangan yang harus disusun oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah hanyalah laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi akrual dan kelangsungan usaha UMKM. Laporan posisi keuangan memuat informasi mengenai aset, liabilitas, dan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan dalam periode berjalan. Laporan laba rugi digunakan untuk menilai kinerja keuangan UMKM berdasarkan pendapatan dan beban-beban dalam periode berjalan. Sedangkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) memuat prinsip mendasar penyajian laporan keuangan UMKM yang terdiri dari: (a) suatu pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan ED SAK EMKM; (b) ikhtisar kebijakan akuntansi; (c) informasi tambahan dan rincian akun tertentu yang menjelaskan transaksi penting dan material sehingga bermanfaat bagi pengguna untuk memahami laporan keuangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *