Membabat Mitos Millenial

90% Tim Syncore saat ini adalah Generasi Millenial. Rata-rata mereka lahir tahun 1995-1998. Mereka lahir, ketika kami masuk kuliah. Terbayang jarak antar galaksi ( eh generasi) antara kami dan mereka. Kesenjangan ini tak pelak sering menimbulkan Benturan Antar Generasi (The Clash of Generations). Setelah melewati berbagai “perseteruan” akhirnya kami memutuskan berdamai dengan keadaan. Mau tidak mau, suka tidak suka kami harus ikut jaman Generasi Millenial. Beberapa mitos dan pelajaran terkait bagaimana mengelola staff millenial.

1. Millenial itu Supercerdas.
Banyak yang beranggapan semua millenial ini supercerdas. Anggapan ini tentu salah. Tidak semua millenial supercerdas. Ada yang pinter, ada jua yang enggak. Tetapi kami memang merasakan, anak-anak baru ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan supercepat. Dulu pekerjaan diselesaikan tim dalam dua bulan, sama mereka dibabat dua minggu. Penasaran saya kok bisa. Ternyata mereka sangat cepat dalam belajar hal baru, mahir multitasking, dan cari info dari berbagai sumber.

2.Millenial itu Pemalas.
Sebenarnya bukan malas, tetapi mereka bekerja memiliki pola sendiri. Generasi kolonial akan sulit memahami bagaimana bisa kerja di cafe, sambil ngobrol, denger musik, dan kelihatan ga fokus. Anak millenial ini tipenya ga bisa diem, bosanan, dan moody. Kalaua lagi ga mood, jangan harap mereka bisa kerja bagus. Tetapi pas mereka sedang mood, mereka bisa bekerja secepat kilat.

3.Millenial itu Tidak Bisa Setia
Sebenarnya bukan tidak bisa setia, tetapi mereka suka tantangan dan lebih memilih komitmen jangka pendek. Misalnya mereka sepakat mengerjakan suatu proyek dalam waktu tiga bulan. Mereka akan kerja mati-matian. Setelah mereka selesai, mereka akan lihat apakah proyek berikutnya menarik, lebih menantang, akan mendorong mereka ke tingkat lebih tinggi?. Apabila jawabanya ketiganya tidak, mereka bisa dengan cepat kehilangan motivasi dan mulai mencari-cari tantangan lain. Mencermati fenomena ini yang kami lakukan adalah mengubah pola kerja dan komitmen.

4. Millenial hanya memikirkan uang.
Ini salah besar, mereka bukan materialistis, tetapi mereka realistis. Mereka berpikir kenapa saya harus kerja keras dan selanjutnya tidak punya waktu menikmati. Mereka ingin menikmati hidup. Mereka rata-rata dibesarkan orang tua yang bekerja keras banting tulang tetapi tidak pernah punya waktu cukup untuk keluarga dan bersenang-senang. Mereka tidak ingin hidup seperti itu. Memahami ini maka memberikan keleluasan mereka untuk cuti berlibur, mendorong pola kerja yang lebih balance, terutama dari sisi waktu yang fleksibel adalah yang kami coba lakukan.

5.Millenial tidak jelas dalam tujuan hidup
Ini juga sangat salah. Mereka sangat menghargai konsep value / manfat. Mereka adalah tipe pengusung Work for Just Cause atau Business with Purpose. Selalu ada yang lebih mulia daripada hidup hanya sekedar bekerja. Mereka tergerak dengan misi-misi mulia.

6.Millenial suka insecure.
Kalau ini agak ada benarnya sedikit. Mereka suka panik dan khawatir berlebih. Ketika dihadapkan pada problem sukanya bilang… “waduh ga bisa ini pak, belum tahu, belum pernah pegang dll”. Tetapi ketika benar-benar mengerjakan dan sudah ada hasilnya, yang mereka anggap ga bisa, ga ngerti itupun masih diatas rata-rata. Pernah 20 dari mereka kita ikutkan Sertifikasi Teknisi Akuntansi Kesehatan. Mereka yang ga penah diajari, ga pernah pegang, belajar dari berbagai sumber yang terbatas, hasilnya LULUS semua. Gimana coba?

Tidak heran millenial suka mencari meaning. Apakah itu dengan travelling, berkelompok dengan orang yg sama frekuensi atau mengerjakan sesuatu yang ada impact sosialnya. Tidak heran mereka jadi bersemangat ketika harus mendampingi BUMDES, Puskesmas ataupun UMKM.

Ada banyak hal yang bagi kami juga masih menjadi misteri. Kami masih suka terkaget-kaget dengan pola dan inovasi mereka. Tetapi satu hal, kita harus banyak belajar dari mereka, karena masa saat ini adalah milik mereka.

PS.Salah satu model yang kami kerjakan dengan mereka untuk “Kerja Sambil Rebahan” adalah hasil kolaborasi Syncore dengan Paruhwaktu.id. Untuk tahu lebih banyak bisa cek paruhwaktu.id/syncore

#Millenial #KerjaDigital
#TerusBergerak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *