UMKM Dalam Era Revolusi Industri 4.0

UMKM merupakan pola industri yang hampir digeluti oleh sebagian besar masyarakat di negeri ini alasannya tak lain karena modal utama dalam menjalankan UMKM terbilang masih terjangkau ketimbang membuka usaha macro yang membutuhkan asupan modal yang besar. Era Revolusi industri 4.0 beberapa dekade yang lalu telah ” meledak” hal tersebut ditandai dengan munculnya pembaruan disegalah bidang kehidupan dengan Teknologi sebagai penggerak  utamanya tak terkecuali di bidang UMKM. Tantangan terbesar yang dihadapi UMKM dalam era globalisasi 4.0 yakni salah satunya kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan teknologi yang ada.

Di zaman sekarang, sudah sebagian UMKM yang memanfaatkan media online dalam melakukan penjualan, namun tidak sedikit juga yang masih menggunakan media offline. Namun, hal ini sangat membutuhkan  peran dari pemerintah untuk mengatur regulasi mengenai hal tersebut. Kehadiran pemerintah ini memiliki peran dalam mendorong teciptanya suatu sistem digitalisasi yang terkoneksi antara pelaku UMKM, karena pada industry 4.0 ini penjualan dan promosi barang UMKM via offline sudah tidak lagi efektif dan efisien. Ketika UMKM melakukan penjualan dan promosi dengan menggunakan digitalisasi, hal ini memberikan beberapa keuantungan dan efektivitas bagi para UMKM. Salah satunya yakni dengan digitalisasi terkoneksi luas maka UMKM dapat menyebar luaskan barang jasa sehingga terciptalah pasar yang luas sehingga dapat menambah keuntungan bagi UMKM itu sendiri.

Masa depan UMKM bisa dilihat dengan sejauh mana para pelaku usaha bisa memanfaatkan teknologi yang ada, namun sayang ada sebahagian pelaku UMKM masih asing dengan digitalisasi dan mereka masih nyaman dengan pola konvensional, faktornya utamanya ialah ” GagapTeknologi”. Selain adanya faktor gagap teknologi salah satu yang menyebabkan terkendalanya digitalisasi ialah kurangnya peranan aparatur penegak hukum terhadap pelaku kejahatan dalam dunia teknologi/ digitalisasi misalnya sampai saat ini masih banyak akun akun media sosial ( digitalisasi) yang menawarkan produk/ jasa semu yang tentunya bukan hanya merugikan konsumen namun berdampak juga pada pelaku usaha UMKM dibidang yang sama.

Kebutuhan akan industri UMKM dimasa yang akan datang tentunya sangat diperlukan karena dengan adanya UMKM ini maka penyerapan tenaga kerja akan meningkat pula sehingga mengurangi jumlah pengganguran di negeri ini. Era Revolusi Industri 4.0 telah berjalan dengan teknologi sebagai pemain utamanya oleh karena itu penguinalan teknologi bagi pelaku usaha UMKM bukan lagi menjadi sesuatu yang sifatnya wajib sehingga dengan demikian masa depan UMKM ditanah air dapat membawa angin yang segar bagi  perekonomian sebuah negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *