Tips Jitu Marketing Online untuk UMKM

Marketing Online untuk UMKM

Apa kabar sahabat kejarumkm, sebagai pelaku usaha dan pelaku umkm tentu kita tidak asing dengan media sosial, bahkan dalam proses  memasarkan dan memperkenalkan atau promosi produk kita telah menggunakan media sosial. Hal ini, tidak lain karena keberadaan pasar atau calon pembeli di era digital dapat kita tarik melalui media sosial.

Pengguna media sosial dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan, terdiri dari berbagai usia, berbagai jenis kelamin, latar pendidikan, dan strata sosial-ekonomi. Bisa dikatakan, media sosial telah menjelma menjadi dunia kedua dari kehidupan sehari-hari. Sehingga komunikasi dan aktivitas manusia di kehidupan nyata juga akan dikabarkan melalui media sosial.

Perkembangan media sosial ini, menjadi peluang pasar yang besar bagi pelaku usaha dan pelaku umkm, karenanya muncul satu cara baru dalam memasarkan atau menjual produk yaitu melalui media sosial atau internet. Penjualan yang sebelumnya bertemu secara langsung, membuka toko atau gerai, kini beralih melalui pembelian secara Online dengan media katalog toko Online, baik dengan web sendiri, Marketplace, atau media sosial.

Peran media sosial dalam upaya memasarkan atau marketing online tidak terbatas pada mempromosikan atau menarik pembeli semata, lebih dari itu media sosial yang kita gunakan hendaknya menjadi citra produk atau citra dari usaha yang kita jalankan. Kepercayaan pembeli, terhadap produk atau usaha kita salah satunya di nilai dari bagaimana kita mengelola media sosial kita.

Sahabat kejarumkm, tidak dapat dipungkiri terkadang kita kehabisan waktu dalam mengelola media sosial, sehingga banyak interaksi dari calon pembeli yang tidak dapat kita konversi menjadi sebuah bisnis atau pembelian produk, hal ini tentu sangat disayangkan. Sebab dapat menimbulkan rasa tidak percaya atau ragu terhadap toko atau akun media sosial dari usaha kita.

Karenanya, sahabat umkm, pelaku usaha yang saat ini telah menggunakan media sosial sebagai ujung tombak pemasaran perlu memperhatikan hal-hal dasar dalam membuat atau menjalankan strategi marketing online. Maka, pelaku UMKM sebaiknya memperhatikan hal-hal dasar seperti di bawah ini:

1. Bedakan antara akun media sosial untuk usaha dengan akun media sosial pribadi.

Masih banyak pelaku umkm dan pelaku usaha yang menggunakan akun media sosial pribadi untuk jualan atau memasarkan produk yang mereka buat. Hal ini tidak serta merta keliru, memang menggunakan akun media sosial pribadi pun dapat menciptakan pemasaran yang baik dan dapat mendatangkan pembeli, namun kita lupa, bahwa dengan menggunakan akun pribadi kita tidak membangun citra produk dari produk yang kita jual.

Karenanya, perlu ada akun khusus untuk jualan. Akun ini kemudian akan menjadi citra dari produk yang kita jual. Melalui akun ini segala informasi mengenai produk kita berikan kepada konsumen, sehingga konsumen mengenal produk kita, bukan hanya mengenal secara personal siapa kita. Selain itu, menjual dengan akun yang bersifat akun usaha akan lebih profesional di mata pembeli.

Hal ini juga telah diinisiasi atau didukung oleh platform media sosial yang ada, misalnya kita lihat Facebook, Instagram dan whatsapp, ketiga media sosial ini sangat mendukung akun bisnis, dan memisahkan antara akun bisnis dengan akun pribadi.

2. Nama yang sesuai dan sama di berbagai media sosial.

Selain harus memisahkan antara akun pribadi dan akun bisnis, kita perlu memiliki kesamaan dari nama di akun yang satu dengan akun yang lain. Karenanya, ketika kita akan membuat media sosial ada baiknya sekaligus keseluruhan media sosial kita buat, dan sebelum memutuskan memilih nama utama, perlu melakukan sek terlebih dahulu apakah nama tersebut masih tersedia juga di platform media sosial yang lain.

Dalam membuat nama akun untuk bisnis, usahakan nama akun sederhana, mudah diingat, dan mampu menjelaskan tentang jenis produk atau usaha. Jangan sampai nama dari akun kita sulit dalam pengetikan atau pengejaan. Misalnya kita menjual Bolu, ada baiknya mengandung kata Bolu di akun media sosial kita.

3. Akun sosial media harus aktif dan melakukan post secara rutin.

Dalam menjalankan marketing online, pelaku usaha umkm harus memastikan akun media sosial yang dimiliki selalu aktif, hal ini sangat penting karena calon pembeli akan melihat kapan terakhir update dari akun kita, jika sudah lama tidak update akan menumbuhkan rasa ragu pembeli, karena mengira kita sudah tidak menjual produk tersebut.

Karenanya, perlu adanya rencana yang pasti untuk membuat postingan di media sosial yang kita kelola. Postingan tidak harus tentang produk kita, tetapi juga hal lain yang sifatnya memberi informasi bermanfaat bagi publik.

Misalnya pelaku umkm di bidang kerajinan bingkai foto, maka bisa membuat  posting tentang manfaat bingkai foto, tentang jenis bingkai foto, sejarah bingkai foto, cara merawat bingkai foto dan lain sebagainya yang berkaitan dengan produk atau bidang usaha kita.

4. Ciptakan tanda pagar (hashtag) yang mencirikan usaha kita.

Baik pengguna media sosial Instagram, Facebook, Twitter pasti mengenal tanda tagar (#) hal ini juga perlu kita pikirkan. Buatlah tagar yang unik dan mencerminkan usaha kita, sehingga pembeli dapat menemukan usaha kita tidak hanya dari akun media sosial kita tapi dari tagar yang kita buat.

Memang sudah banyak tagar yang muncul dan mewakili usaha kita, itu juga perlu kita gunakan, tapi kita juga harus membuat tagar sendiri yang menjadi ciri dari usaha kita. Dan selalu gunakan tagar tersebut dalam postingan kita.

5. Bangun Interaksi dengan pengikut atau calon pembeli.

Ketika kita sudah melakukan strategi penjualan, membuat posting dan aktif di media sosial, maka bangun juga interaksi dengan pengikut atau calon pembeli.

Bagaimana cara membangun interaksi dengan pengikut dan calon pembeli? Banyak cara yang dapat kita lakukan; menyukai postingan mereka, mengomentari postingan mereka, dan berinteraksi dengan mereka.

Jika kita menemukan akun yang pernah membeli produk kita, sapa mereka melalui komentar atau pesan langsung, jalin komunikasi, tanya kabar mereka, dan usahakan natural bukan untuk jualan. Karena hubungan baik, akan menciptakan  peluang pasar yang lebih baik di masa mendatang.

Nah, kelima hal di atas terlihat sederhana, namun sering kali sebagai pelaku usaha umkm kita tidak mengerjakan dengan serius, sehingga alih-alih mendapatkan pembeli di media sosial, justru kita ditinggalkan pasar di media sosial.

Dunia usaha di era digital terus berkembang, dan strategi mengenai bisnis online terus berkembang mengikuti pola dari platform yang kita gunakan. Karenanya, sembari melakukan hal di atas, perlu juga sahabat umkm, pelaku usaha,  pelaku umkm untuk memperbaharui pengetahuan tentang perkembangan dunia digital, bisa melalui pelatihan umkm dan lain sebagainya.

Semoga pembahasan kali ini bermanfaat, dan dapat menjadikan strategi pemasaran media sosial kita lebih baik lagi. salam kejarumkm, salam wirausaha. [ ryanstori ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *