Pengemasan yang baik dan benar kunci sukses usaha Frozen Food

Pengemasan yang baik dan benar kunci sukses usaha Frozen Food

Perkembangan zaman dibarengi dengan perkembangan pola hidup masyarakat yang semakin beragam dan berlangsung serba cepat. Saat ini di tengah kesibukan masyarakat, segala sesuatu dituntut mampu memberikan kepraktisan, baik dalam hal jasa maupun produk kebutuhan sehari-hari. Salah satunya adalah kebutuhan akan produk makanan yang cepat dan praktis, seperti frozen food.

Frozen Food merupakan jenis makanan siap saji dalam kemasan, yang memberikan kepraktisan dalam pengolahan menjadi makanan matang atau siap konsumsi. Biasanya Ibu rumah tangga menjadikan frozen food sebagai stok untuk kebutuhan harian. Maka pemilihan kemasan yang baik dan benar menjadi pertimbangan saat akan membeli, agar fozen food dapat bertahan lebih lama dalam penyimpanan.

Sebagai calon pengusaha, jika Anda akan memulai bisnis frozen food maka perlu memperhatikan dengan baik dan benar bagaimana pengemasan produk frozen food. Jangan sampai produk Anda tidak menjadi pilihan konsumen, karena kemasan produk Anda tidak layak untuk penyimpanan yang lebih tahan lama.

Pengemasan memiliki fungsi utama untuk melindungi produk dari kerusakan, atau kontaminasi dari kondisi di luar, misalnya sinar matahari, bau tajam dan lain sebagainya. Selain memiliki fungsi melindungi, pengemasan juga memiliki fungsi promosi. Kemasan yang baik dan menarik dapat menarik konsumen untuk membeli produk yang kita tawarkan.

Kemasan Menarik Ramah Lingkungan, Kenapa Tidak!

Produk Frozen Food biasanya berupa; nugget, daging, ikan, dan kue. Jenis makanan tersebut dikemas dan dijual dalam bentuk kemasan beku. Tentu saja agar lebih awet dan tahan lama, karenanya pengemasan menjadi kunci jika Anda ingin sukses menjalankan bisnis frozen food. Tenang, tim www.kejarumkm.com dan tim www.stori.id telah melakukan pengamatan bagaimana mengemas frozen food yang baik dan benar untuk Anda.

 

  • Standar kualitas produk

 

Sebelum masuk proses pengemasan, pastikan bahwa dalam proses produksi atau pembuatan forzen food menggunakan bahan baku yang berkualitas. Proses pembuatan harus sesuai dengan standar, higenis dan terbebas dari segala kemungkinan bakteri penganggu  daya tahan makanan.

Bahan baku yang sesuai dengan standar kualitas akan menghasilkan produk yang berkualitas. Maka harus dipastikan menggunakan bahan baku dari pemasok/sumber yang berkualitas. Ingat, usaha frozen food adalah usaha dalam bidang pagan, yang memiliki banyak standar kelayakan dan kesehatan yang harus dipenuhi.

 

  • Kemasan kedap udara

 

Penyebab bahan makanan cepat basi atau rusak adalah adanya kontaminasi dari luar, baik berupa suhu atau pun bakteri. Maka produk makanan harus benar-benar dikemas dengan standar kedap udara dan tertutup rapat.

Produk makanan yang tertutup rapat dan kedap udara memiliki daya tahan dan terjaganya kualitas produk, agar tetap segar, tahan lama, dan layak konsumsi. Hal ini karena kemasan yang kedap udara dan tertutup rapat tidak memberi ruang masuknya bakteri atau gangguan dari luar yang dapat merusak produk.

Untuk itu dalam pengemasan gunakan plastik kedap udara yang aman untuk produk makanan atau konsumsi. Ada berbagai jenis plastik yang dapat digunakan seperti jenis plastik Poly Ethyle atau lebih dikenal Plastik PE, dan jenis plastik Hig Desity Polyethylene atau lebih dikenal dengan nama Plastik HDPE.

 

  • Gunakan Kemasan Multifungsi

 

Konsumen menghendaki segala sesuatu bersifat praktis dan hemat. Maka gunakan kemasan yang multifungsi. Misalnya bentuk kemasan sederhana, dan mudah untuk dibawa, hal ini bisa dengan membuat desain kemasan yang sekaligus memiliki lubang untuk membawa atau lubang jinjing.

Selain simpel dan kemudahan untuk membawa, jangan lupa juga kemudahan dalam membuka kemasan, bisa juga menggunakan model zipflip, sehingga setelah dibuka dapat ditutup kembali dengan rapat dan kembali kedap udara, sehingga produk akan tahan lama dalam penyimpanan.

Perlu menjadi perhatian, gunakan ukuran kemasan yang sesuai dengan ukuran produk. Jangan membuat konsumen merasa ‘tertipu’ karena kemasan ukurannya besar tetapi isi kemasan sedikit. Atau sebaliknya, jangan sampai isi produk besar sedangkan kemasan kecil. Ukuran kemasan dan isi produk harus proposional.

 

  • Daya Tahan Terhadap Freeze Burn

 

Freeze Burn adalah kondisi dimana terjadi perubahan warna, tektur, cita rasa dan kandungan gizi pada produk makanan. Hal ini biasanya terjadi karena pengemasan yang tidak sesuai standar, sehingga tidak memiliki daya tahan yang lebih lama.

Dalam usaha frozen food, ketika semua proses produksi telah sesuai standar kualitas, produk akan terhindar dari freeze burn.  Sehingga langkah terakhir adalah pengemasan.

Maka menjadi penting untuk memiliki standar pengemasan yang baik dan benar, serta menggunakan bahan kemasan yang berkualitas. Sehingga keseluruhan proses produksi sampai pengemasan mendukung terciptanya produk yang berkualitas dan tahan lama.

Nah, semoga beberapa tips pengemasan frozen food di atas dapat menjadi refrensi dan gambaran bagaimana pentingnya pengemasan ketika Anda akan memulai bisnis makanan cepat saji ini. Artinya tidak hanya proses produksi yang menjadi penting dalam usaha frozen food, akan tetapi ketahanan dan kepraktisan kemasan juga menjadi kunci. Semoga bermanfaat. Salam. [ ryanstori ] 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *