Belajar dari Mantan Buruh yang Kini Pengusaha Sukses

Apakah Anda karyawan? Terjebak di zona nyaman hingga bosan melakukan pekerjaan itu-itu saja? Belum lagi ditambah tekanan atasan. Maka Anda perlu mengikuti jejak Tuti Nurhayati, seorang wanita yang kini sukses dengan bisnis mainan anak.

Tuti Nurhayati merupakan mantan buruh di sebuah pabrik boneka di bawah naungan investor Korea Selatan. Tuti memutuskan resign tahun 2000 dan memilih memulai usaha barunya sendiri dengan mengusung brand Zhovy Toys.

Kendala demi kendala pasti dihadapi seorang pengusaha, begitupun dengan Tuti. Namun ia tak pernah menyerah dan putus asa untuk mengupayakan kesuksesan usahanya. Dengan kegigihan serta komitmen yang kuat, Tuti akhirnya mampu membawa usahanya tersebut ke puncak kejayaan. Namun hal itu tak kemudian melambungkan jumawanya. Bahkan Tuti tetap berusaha untuk mempromosikan usahanya hingga ke Malaysia, untuk memperluas pemasarannya. Ini setelah produknya mulai lebih dikenal.

Salah satu kendala yang Tuti akui cukup mengganggu proses produksi usahanya ialah pada hal teknis. Minimnya keterampilan yang dikuasai terkait pembuatan boneka ini kerap menjadi momok tersendiri bagi Tuti. Karena bukan hanya pada kuantitas produk yang bisa dihasilkan saja, kendala ini meluas pada kualitas. Mengingat kurangnya tenaga yang ahli dalam proses produksi, baik dari kejelian saat proses pengerjaan.

Namun itu dulu. Hidup berproses, begitu pun dengan usaha Tuti. Ia tergerak untuk kemudian mendapatkan karyawan. Tuti kini tak sendiri, ia ditemani 15 orang temannya sewaktu bekerja di pabrik, yang ia percayai sebagai tenaga ahli dalam pembuatan bonekanya. Harga boneka sendiri dibandrol dengan Rp 15ribu /pcs untuk ukuran mini, dan Rp 200ribu /pcs berlaku untuk ukuran besar.

Dalam proses pemasarannya, Tuti juga sempat mengalami masa dimana harus memulai dari bawah. Menawarkan produknya dari pintu ke pintu, hingga menjualnya langsung ke pasar terdekat dengan kediamannya. Sekarang? Tak perlu dipertanyakan lagi, penjualannya sudah menguasai seluruh nusantara. Bukan hanya antarkota saja, tapi juga antarpulau. Tuti juga berupaya untuk menjangkau pasar mancanegara untuk usahanya ini.

Meski demikian, bukan berarti Tuti terlepas dari  persoalan proses pendanaan. Namun sejak menjadi nasabah salah satu bank konvensional, dalam segi pendanaan bagi usahanya, melalui fasilitas pinjaman Tuti merasa terbantu. Jadi, jika Anda kesulitan dalam segi modal, Anda bisa belajar dari Tuti. Karena memanfaatkan fasilitas yang tersedia akan menjembatani mimpi Anda. Jangan sampai membebani dan tetap menjalankannya dengan ketentuan.

Dari kisah sulit dan menyenangkannya bergelut dalam dunia bisnis, Tuti yang kini semakin sukses membawa usahanya ke taraf yang lebih tinggi, mempunyai beberapa tips yang bisa menjadi acuan bagi pengusaha pemula.

 

1. Usaha Dijalankan dengan Ulet

 

Keuletan menjadi hal dasar yang harus dimiliki seorang wirausahawan. Dengan berbagai pengalaman sulit hingga sukses seperti saat ini, Tuti pun terus ulet dalam menjalankan roda usahanya. Sebab tanpa keuletan, usaha sulit untuk berkembang dan cenderung diam di tempat. Tentu Anda tidak ingin, bukan, mengalami hal yang demikian.

 

2. Mempelakukan Pelanggan Adalah Keluarga

 

Kalau kata pepatah, pelanggan adalah raja. Bagi Tuti, raja itu adalah keluarganya. Sehingga ia memperlakukan pelanggan selayaknya ia melayani kebutuhan keluarganya. Bukan seenaknya pelanggan, tetapi agar mengikatkan emotional antara penjual dengan pelanggan. Sehingga kepercayaan terajut erat.

 

3. Pengusaha Memiliki Inovasi Untuk Mengembangkan Produknya

 

Inovasi menjadi kunci, sebab melalui inovasi, Anda dapat mengembangkan produk dan meraih perhatian dan minat pelanggan. Inovasi selain dari segi fisik atau bentuk dari produk yang Anda hasilkan, juga dari faktor luar. Dunia digital merupakan salah satu inovasi yang hanya butuh kebiasaan saja Anda bisa kuasai. Dari dunia digital, pasar produk Anda akan dikenal secara luas dan Anda akan mendapatkan banyak inspirasi untuk pengembangan bentu produk itu sendiri. [ Endang Fitriyani / Kejarumkm ] 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *