Inilah Pentingnya Bekal Kewirausahaan Bagi Santri

Inilah Pentingnya Bekal Kewirausahaan Bagi Santri

Mengapa setiap orang tua yang menyekolahkan putra dan putrinya di Pondok Pesantren, sangat jarang berkeinginan kelak anaknya dapat membuka lapangan kerja? Mindset. Ya, mindset orang Indonesia tentang “sukses” memang masih sebatas label. Padahal realitanya saat ini yang kita butuhkan ialah lapangan kerja.

Tampaknya pekerjaan sudah mulai menjadi mewah langka saat ini. Hingga pengangguran menjadi objek jualan penguasa. Untuk menampik hal tersebut, maka Kementerian Perekonomian Indonesia (Kemenperin) menggalakkan program Santripreneur.

Pondok pesantren dinilai cukup kompeten dalam penyediaan sumber daya manusia. Kini santri juga sudah tidak dapat dipandang sebelah mata. Mereka memiliki kecakapan dalam berbagai bidang,cukup berkualitas, ulet, sabar, jujur dan tekun.

Santripreneur merupakan salah satu bentuk implementasi Peta Jalan Making Indonesia 4.0, sekaligus langkah konkrit dalam mendukung Industri Kecil Menengah.

Melalui Santripreneur, kedepan Indonesia diarahkan untuk lebih mandiri dalam bidang industri. Sehingga mampu memberantas tingkat pengangguran. Santri-santri pun tidak sebatas mengemban dakwah melalui lisan, tetapi juga dakwah sosial.

Santripreneur ditujukan guna menumbuhkan bibit-bibit wirausahawan di lingkungan pesantren. Program ini mendorong santri untuk meluaskan pengetahuan di bidang kewirausahaan. Ini jelas menjadi bekal yang cukup untuk kehidupan di masa mendatang. Orang tua mana yang tidak senang sih, kalau buah hatinya sukses dunia dan akhirat?

Selepas menyelesaikan pendidikan, para santri ini bisa membuka Usaha Kecil Menengah, bahkan menciptakan lapangan kerja. Dengan demikian, tidak akan ada lagi antri panjang uang sogokan masuk lembaga kerja impian. Semua berlomba-lomba sebagai penyedia lapangan kerja.

Pengembangan minat dan bakat kewirausahaan ini didukung dengan penyediaan fasilitas. Kemenperin menyalurkan langsung bantuan berupa alat pendukung wirausaha, diantaranya mesin yang bisa dimanfaatkan IKM seperti bidang kuliner hingga perbengkelan.

Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah Atas (IKMA) Kemenperin telah melatih sebanyak 5.945 pelaku IKM di seluruh Indonesia. Ini dilakukan sampai dengan tahun 2018.

Belum lagi jumlah santri yang totalnya mencapai di atas 3.000 santri dari 22 pondok pesantren yang dibina melalui pelatihan-pelatihan. Jumlah ini memang tidak seberapa dibanding keseluruhan masyarakat di Indonesia. Namun dari para santri inilah harapan orang tua dan bangsa tertera jelas.

Sebenarnya, selain melatih dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan santri, apa lagi sih manfaat serta peluang Santripreneur ini?

Manfaat Pelatihan Kewirausahaan Bagi Santri

 

1. Mengurangi Kegalauan Santri Selepas Tamat Pendidikan

Galau tampaknya sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka yang baru saja menamatkan pendidikan. Bukan hanya santri. Melalui pelatihan kewirausahaan inilah perlahan pemerintah turut serta menghapus kebimbangan mereka. Kalau sudah dibekali ilmu mandiri, buat apa lagi galau. Karena beraksi lebih menghasilkan.

2. Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Indonesia

Tidak dapat dipungkiri bahwa persebaran IKM sedikit banyaknya telah berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat. Masyarakat tidak lagi bergantung pada hasil yang tetap, tetapi selalu beradabtasi dengan pencapaian-pencapaian yang berbeda. Apalagi jika hasilnya semakin meningkat, siapa yang bakal menolak?

3. Menyumbang Pendapatan Daerah

Peningkatan perekonomian masyarakat berpeluang turut meningkatkan daya beli. Sehingga IKM diuntungkan, dan pajak mengalir deras kepada pendapatan daerah.

Hal yang kemudian akan mereka dan anak-cucunya rasakan dikemudian hari, pendapatan tersebut akan berbalik untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan usahanya.

4. Memutus Mata Rantai ‘Uang Sogokan’ di Lembaga Impian

Keinginan orang tua agar anaknya bekerja di lembaga impian dan ternama, hingga menghalalkan berbagai cara, tentu sudah menjadi rahasia umum. Hal ini salah satu bentuk pesimisme masyarakat akan kemampuan dan peluang yang mereka miliki.

Bekal kewirausahaan di bangku pendidikan rasanya cukup mampu memutus mata rantai tersebut, sehingga turut membantu dan memudahkan para pencari kerja lainnya.

5. Mempertajam Jiwa Wirausaha

Sesuai tujuannya, Santripreneur ialah sarana untuk meningkatkan jiwa wirausaha para santri. Melalui pelatihan ini, santri dapat mengambil peluang-peluang yang bahkan jarang didapatkan alumni-alumni pendidikan tinggi lainnya.

Dengan jiwa keuletan serta kualitas dalam diri mereka, santri dinilai lebih mumpuni untuk menjalankan roda usaha seperti ini.

Sudah bukan jamannya lagi saat ini santri hanya sibuk mengaji, tetapi juga mengimbangi dengan mengkaji perihal ekonomi dan sosial di sekitar. Para orang tua juga sudah semestinya meluruskan mindset, bahwa untuk menjadi baik itu bisa dilakukan dengan berbuat baik kepada sekitar. [ Endang Fitriyani / KejarUMKM ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *