Cara Menentukan Tujuan Utama Bisnis Bahkan Hidup dalam Angka

Goal Setting alias tujuan utama adalah sebuah proses yang bertujuan untuk mengidentifikasi prioritas pekerjaan atau kehidupan lalu mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan pribadi dan profesional.  Suatu bisnis harus memiliki tujuan kenapa bisnis tersebut harus tetap berjalan dan maju. Tujuan tersebut selanjutnya dapat diraih melalui penyusunan strategi yang tepat.

Strategi disusun berdasarkan urutan pekerjaan atau proses yang menjadi prioritas. Goal setting tidak cukup hanya di ungkapkan melalui kata-kata, melainkan perlu diterjemahkan juga ke dalam angka. Sebab bisnis tidak akan bisa jauh dari sebuah angka. Data yang berbentuk angka lebih mudah di pahami dibandingkan harus disajikan ke dalam bentuk diskripsi.

Pada artikel kali ini akan dibahas bagaimana menyusun goal setting ke dalam sebuah angka. Penyusunan goal setting ini membutuhkan beberapa kertas kerja. Kertas kerja pertama didisain untuk menggambarkan kondisi satu tahun yang akan datang sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. Target tersebut kami sebut sebagai sebuah proyeksi. Sebelum menentukan proyeksi, hal yang perlu dilakukan adalah :

  1. Jenis Usaha, pada kolom ini diisikan sesuai dengan jenis usaha masing-masing. Misalnya jasa, dagang atau manufaktur. Pada tahun mendatang bisa jadi jenis usaha masih sama dengan tahun sebelumnya, bisa jadi mengalami perubahan karena beberapa alasan.
  2. Cluster, pada kolom ini diisikan sesuai dengan cluster dari usaha masing-masing. Klasterisasi yang kami tentukan adalah sebagai berikut, fashion, makanan, visual design, balkondes, pariwisata, kriya. Pada cluster ini tidak terbatas pada klasterisasi yang disediakan pada kertas kerja.
  3. Segmen Pembeli, berisikan segmen pembeli dari usaha masing-masing sesuai dengan produk/jasa yang ditawarkan. Segmen pembeli ini bertujuan untuk memetakan sasaran pembeli yang dituju. Misalnya, selera pembeli, kelas ekonomi, dan usia. Segmen pembeli juga disesuaikan dengan perubahan atau perkembangan jenis usaha, cluster dan produk.
  4. Produk, berisikan produk-produk yang diusung oleh usaha tersebut selama tahun sebelumnya yang masih di jual di tahun berikutnya dan produk baru yang baru dilucurkan di tahun berikutnya.

Tujuan dari penetapan beberapa hal di atas adalah sebagai pemetaan awal sebelum menentukan proyeksi. Pemetaan atas jenis usaha, cluster, segmen pembeli dan produk adalah sangat penting sebagai dasar dalam menurunkan target dan strategi.

Selanjutnya adalah penentuan proyeksi pendapatan dan proyeksi biaya. Proyeksi pendapatan adalah proyeksi atau perkiraan pendapatan untuk satu tahun yang akan datang. Proyeksi biaya adalah proyeksi atau perkiraan biaya yang akan dikeluarkan selama satu tahun yang akan datang.

Biaya yang diakui disini terdiri dari jumlah HPP, biaya operasional dan biaya non-operasional. Proyeksi profit merupakan selisih antara proyeksi pendapatan dan proyeksi biaya. Jumlah aset yang dimiliki di tahun mendatang juga perlu dihitung. Perhitungan aset ini dengan cara menjumlahkan semua aset yang dimiliki hingga tahun yang akan datang, dengan kata lain jumlah aset yang dimiliki tahun sebelumnya ditambah dengan jumlah aset yang akan dimiliki di tahun mendatang.

Setelah merencanakan aset yang akan dimiliki di tahun mendatang, kita juga perlu menuliskan tingkat pengembalian investasi. Tingkat pengembalian investasi dapat dihiyung dengan rumus profit dibagi dengan total aset yang telah dihitung di step sebelumnya. Silakan mencoba. (ajeng/timmedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *