Agar Sukses, Susun Langkah Ini untuk Rencana Usaha Anda

Saat ini Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat signifikan dalam perekonomian Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 menyebut jumlah UMKM yang ada di Indonesia mencapai 57.895.721 unit dan menyedot hingga 97 persen tenaga kerja.

Sedangkan menurut data dari Bapenas tahun 2015 jumlah UMKM diperkirakan mencapai 60,7 juta unit dan sebagian besar merupakan usaha berskala mikro dengan presentase 98,73%. Maka jelas kiranya, negeri ini, ekonomi negeri ini memang ditopang oleh sektor UMKM. Oleh karena itu UMKM berpotensi untuk mengembangkan sayapnya ke level selanjutnya.

Terdapat banyak jalan menuju UMKM naik kelas, salah satunya adalah perencanaan yang baik demi tercapainya tujuan strategisnya. Suatu usaha harus memiliki Goals Setting, Bussiness Plan, dan Financial Report yang dapat dimonitor.

Kegagalan terbesar dalah orang yang tidak berani mencoba. Seseorang yang sukses adalah orang yang mampu take a high risk alias berani mengambil resiko. Rencana usaha wajib dibuat oleh pengusaha sebelum menjalankan usahanya. Hal ini bertujuan untuk menentukan kemana arah yang akan dituju dalam menjalankan usaha.

Arah tersebut selanjutnya diterjemahkan menjadi rencana usaha. Rencana usaha dijadikan pedoman dalam pelaksanaan usaha dan dijadikan dasar pembanding dalam melakukan evaluasi kinerja. Tahapan dalam menyusun rencana usaha adalah pemetaan potensi, analisa peluang dan penentuan goal setting.

Menentukan tujuan bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan hasil analisis pemetaan potensi dan analisis peluang. Dengan kondisi yang dimiliki usaha saat ini pengusaha dapat memperkirakan jumlah output yang akan dihasilkan. Output produk bisa diwujudkan dalam bentuk unit penjualan barang atau jumlah penyelenggaraan jasa layanan disesuaikan dengan proses bisnis masing-masing usaha.

Jumlah target output produk tersebut yang selanjutnya akan dijadikan tujuan bisnis. Artinya setiap kegiatan dilakukan dalam menjalankan usaha untuk mencapai target tersebut. Dengan demikian arah pengelolaan usaha akan lebih jelas dan terukur. Penyusunan rencana usaha secara garis besar dilakukan melaui penentuan beberapa faktor berikut :

1. Produk

  • Produk dapat berupa jasa, barang, dan atau kombinasi (paket)
  • Job order / custom
  • Produksi / paket
  • Produk yang dapat dirinci menjadi kategori/ ukuran/ spek

2. Strategi Harga

  • Harga pasar
  • Cost Plus
  • Flexible Cost

3. Proyeksi Pendapatan

  • Proyeksi pendapatan selama setahun
  • Formula Penjualan L x C x P x V x F   =  REVENUE

Dengan keterangan:
L  : Lead / orang yang akan membeli produk kita
C  : Coversion / tingkat konversi
P  : Pricing / tingkat harga
V  : Volume
F   : Frekuensi

4. Proporsi Biaya

  • Biaya langsung
  • Biaya operasional

5. Profit

  • Tingkat Keuntungan
  • Break Event Point

Rencana usaha yang akan disusun dapat diterjemahkan ke dalam angka melalui kertas kerja. Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus menerjemahkan kondisi usaha di tahun sebelumnya ke dalam angka. Kondisi tahun sebelumnya ini dapat di tuliskan di kertas kerja pertama.

Tujuan dari kertas kerja pertama adalah sebagai bahan evaluasi atas kinerja yang telah dilakukan di tahun sebelumnya, hasil evaluasi ini akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan target dan strategi di tahun berikutnya. Pada kertas kerja ini akan disajikan beberapa informasi yang harus diisi antara lain :

  1. Jenis Usaha, pada kolom ini diisikan sesuai dengan jenis usaha masing-masing. Misalnya jasa, dagang atau manufaktur
  2. Cluster, pada kolom ini diisikan sesuai dengan cluster dari usaha masing-masing. Klasterisasi yang kami tentukan adalah sebagai berikut, fashion, makanan, visual design, balkondes, pariwisata, kriya.
  3. Segmen Pembali, berisikan dengan segmen pembeli dari usaha masing-masing sesuai dengan produk/jasa yang ditawarkan. Segmen pembeli ini bertujuan untuk memetakan sasaran pembeli yang dituju. Misalnya, selera pembeli, kelas ekonomi, dan usia.
  4. Produk, berisikan produk-produk yang diusung oleh usaha tersebut selama tahun 2018.
  5. Pendapatan yang dimaksud disini adalah seluruh hasil penjualan di tahun 2018
  6. Biaya yang dituliskan adalah semua biaya yang dikeluarkan di tahun 2018 yang terdiri dari jumlah HPP, biaya operasional dan biaya non operasional
  7. Profit atau yang disebut sebagai laba usaha yaitu pengurangan dari pendapatan dan biaya selama tahun 2018
  8. Total aset yang telah digunakan hingga tahun 2018 baik itu aset tetap maupun aset lancar, misalnya gedung, bangunan, kendaraan, persediaan, kas, piutang dll
  9. Tingkat pengembalian investasi dalam setahun di tahun sebelumnya. Tingkat pengembalian investasi ini dapat dihitung dengan rumus Profit dibagi dengan Total Aset yang sudah dihitung di tahap sebelumnya.

Begitulah langkah-langkah yang bisa Anda jadikan pijakan untuk merumuskan rencana membangun usaha. Bagi sebagian orang akan terdengar rumit dan njelimet. Tapi percayalah, perhitungan yang matang akan menghasilkan proses yang baik bagi usaha Anda.

Soalnya, ada banyak pengusaha pemula yang enggan membuat hitungan-hitungan detail seperti ini, akibatnya usaha yang dibukanya hanya berumur jagung karena situasi lapangan ternyata sangat berbeda dengan angan-angan yang dibayangkan sebelumnya. Selamat memulai usaha! (ajeng/timmedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *