UMKM Kreatif, Cita Rasa Tradisional untuk Pasar Internasional

Berwirausaha tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak tantangan yang perlu dihadapi, diantaranya untuk membaca peluang pasar untuk mengetahui produk apa yang banyak diminati oleh masyarakat. Selain menggunakan hukum ekonomi demand dan supply kita juga diwajibkan untuk terus berinovasi agar terus mengembangkan usaha demi membuka pangsa pasar yang lebih luas. Hal inilah yang dilakukan oleh Rony, salah satu peserta UMKM dalam acara Kopdar UMKM yang diselenggarakan di Kampoeng Mataraman pada hari Sabtu, 22 Juli 2017.

Produk Rendang Magek (Rendang Jengkol)

Rendang Jengkol merupakan produk andalan dari brand “Rendang Magek”. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyaknya masyarakat yang suka dengan aneka masakan jengkol namun sedikit rumah makan yang menjual masakan jengkol. Mengingat sasaran pangsa pasarnya adalah pangsa pasar domestik bahkan mancanegara, Rony pun menginisiasi untuk membuat rendang jengkol dalam kemasan kaleng yang memiliki ketahanan sampai dengan 6 bulan tanpa bahan pengawet. Sehingga produk ini sangat aman dikonsumsi dan sangat mudah untuk didistribusikan ke konsumen domestik maupun mancanegara.

Produk rendang jengkol yang sudah dipasarkan sejak tahun 2016 mendapat sambutan baik dari konsumen, terbukti dengan omset penjualan yang terus meningkat. Proses produksi rendang jengkol sampai dengan packing produk dilakukan sendiri oleh Rony di rumah produksi yang bertempat di daerah Pakualaman dengan dibantu oleh beberapa karyawannya. Setelah produk jadi, kemudian dipasarkan melalui media penjualan online yang kemudian dikirimkan ke konsumen. Proses pengiriman bisa langsung diantar apabila masih terjangkau wilayah Yogyakarta dan bisa juga melalui paket jasa kurir.

Foto bersama Pemilik Rendang Magek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *