Literasi Keuangan dan Merancang Model Bisnis

Pada hari Rabu 19 Juli 2017 di adakan pelatihan UMKM dengan materi litersai keuangan dan merancang model bisnis. Pelatihan bertempat di Kampoeng Mataraman, pemateri di isi oleh konsultan dari PT Syncore materi yang di berikan antara lain:

Pelatihan dimulai dengan mengklasifikasikan sumber-sumber pendapatan yang antara lain:

  1. Karyawan –> PNS, Karyawan swasta
  2. Bekerja untuk diri sendiri –> Seniman, dokter, penjual nasi goreng
  3. Bisnis –> galeri seni, polikilinik, resaturant padang
  4. Investasi –> emas, saham, pemilik franchise

Setelah mengklasifikasikan sumber-sumber pendapatan kemudian dilanjutkan pada materi pemahaman bisnis. Didalam pemahaman bisnis ini dijelaskan apa sebenarnya profit, profit merupakan pendapatan dikurangi dengan biaya. Dalam usaha kita harus dapat efektif dan efisien cara untuk dapat efektif dan efisien adalah dengan volume dikalikan dengan margin maka yang di dapat adalah efektifitas sedangkan kegiatan di kalikan dengan tarif maka akan menghasilkan efisiensi.

Didalam ilustrasi bisnis dibandingkan dua perusahaan A dan B yang sama sama memiliki saldo awal yang sama Rp 100.000.000 dengan pengeluaran dan pemasukan yang berbeda beda sehingga menghasilkan saldo akhir Rp 50.000.000 dan Rp 100.000.000 dalam ilustrasi tersebut dijelaskan bahwa surplus tidak sama dengan profit.

Seletah di jelaskan bahwa surplus tidak sama dengan profit maka dilanjutkan dengan pemahaman profit dan bisnis. Kembali di ilustrasikan dua perusahaan a dan b yang antara lain:

Perusahaan A:

  1. Profit Rp 100.000.000
  2. Asset Rp 1.000.000.000
  3. ROA 10%

Perusahaan B

  1. Profit Rp 10.000.000
  2. Asset Rp 20.000.000
  3. ROA 50%

Dari perbandingan perusahaan tersebut dapat dijelaskan bahwa pendapatan tinggi tidak sama dengan profit tinggi.

Peserta dijelaskan mengenai pemetaan potensi dan pemilihan usaha di dalam pemetaan potensi tersebut dibagi menjadi dua business sensing dan creating value. Pemetaan potensi tersebut antara lain:

  1. Potensi usaha
  2. Analisa kebutuhan eksternal dengan insternal
  3. Nilai tambah yang terdiri dari keunikan dan keuanggulan
  4. Judul konsep bisnis

Setelah pemetaan potensi dan pemilihan usaha peserta diminta untuk mengidentifikasi sampai tahap mana usaha milik perserta, tahapan dalam usaha antara lain:

  1. Mulai usaha
  2. Apakah sudah mempunyai pendapatan?
  3. Apakah konsumsi terpola?
  4. Apakah punya surplus?
  5. Apakah mempunyai tabungan?
  6. Apakah sudah mempunyai aset?
  7. Apakah sudah mempunyai badan usaha?
  8. Apakah sudah mempunyai karyawan?
  9. Apakah sudah mempunyai pembukuan?
  10. Apakah sudah mempunyai akses keuangan?
  11. Apakah sudah mempunyai SOP?

Dokumentasi pelatihan:

Foto 1 Suasana Pelatihan

 

Foto 2 Suasana Pelatihan

 

Foto 3 Suasana Pelatihan

 

Foto 4 Suasana Pelatihan

 

Foto 5 Foto Bersama peserta pelatihan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *