Digital Marketing Memotong 80 Persen Biaya Pemasaran, Begini Caranya

Digital Marketing Memotong 80 Persen Biaya Pemasaran, Begini Caranya

Ada kabar baik buat para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).  Ini adalah jaman bagi UMKM untuk bisa naik kelas dan memperluas jaringan pemasaran dengan cara yang mudah dan murah. Cara apakah itu?

Wajah Sentot, 40 tahun, warga Desa Temuwuh, Dlingo, Bantul, Yogyakarta, kini jauh lebih ceria dan bersih. Tak lagi menampakkan keletihan seperti beberapa tahun lalu. Apa yang terjadi pada bapak dua anak yang menghidupi keluarganya dengan pekerjaan bertukang kayu ini juga dialami banyak warga kampungnya. Apa yang terjadi pada warga desa yang terletak di pegunungan ini?

Perubahan roman warga Temuwuh bukan karena mereka melakukan facial massal atau menggunakan krim pemutih muka, melainkan karena mereka telah merubah pola pemasaran produk yang mereka jual menjadi jauh lebih sederhana, mudah dan murah. Warga desa ini telah merubah pola pemasaran produknya dari konvensional dengan Digital Marketing.

Yang mengherankan, Sentot hanyalah lulusan SD, demikian pula sebagian warga di kampung ini. Padahal, menggunakan digital marketing berarti berurusan dengan HP, internet dan bergaul dengan jaringan pasar nan luas. Karena Digital Marketing bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan tak perlu harus lulus perguruan tinggi untuk melakukannya.

Jadi, selama bertahun-tahun mayoritas warga desa ini hidup dengan bekerja membuat aneka perkakas rumah tangga dari kayu mulai daun pintu, kusen hingga almari, meja dan kursi. Tapi mayoritas membuat daun pintu. Selama bertahun-tahun pula mereka menjual daun-daun pintu itu dengan keliling ke beberapa kota menggunakan kendaraan bak terbuka.

Akibatnya, biaya operasionalnya terlalu besar dan memotong keuntungan mereka. Alhasil, selama bertahun-tahun income para perajin kayu ini tak pernah beranjak. Hingga akhirnya mereka berkenalan dengan Facebook, Instagram, website, WA dan berbagai media sosial yang bersliweran melalui HP.

Tak butuh pendidikan tinggi untuk bisa mengoperasikan media sosial seperti ini. Tak pula butuh modal besar untuk bisa menciptakan foto produk karena semuanya bisa dilakukan melalui HP. Sentot dan para pemuda kampung itupun mulai menjual produknya melalui Facebook, Instagram dan beberapa tahun ini mereka sudah sangat paham cara membuka akun di Pasar Online alias Marketplace.

“ Sakniki mboten sah ten pundi-pundi. Nunggu kontak pesenan mawon saking HP. Lewat HP mawon sering kewalahan nggarap pesenan (Sekarang tidak perlu kemana-mana. Menunggu dihubungi orang yang memesan lewat HP saja. Lewat HP saja sudah kewalahan menggarap pesanan barang yang datang),” kata Sentot kepada KejarUMKM.

Cara ini tak hanya membuat para perajin ini menjadi punya waktu istirahat setelah seharian menyerut, memotong dan merangkai potongan kayu. Melainkan juga membuat mereka tak perlu lagi menguras kantung untuk sewa mobil, biaya menginap, biaya makan, biaya bahan bakar dan tenaga yang harus mereka kuras keliling kampung berhari-hari. “ Nggih, benten sanget situasi sakniki. Lha wong duite wutuh (Ya, beda banget kondisi ekonomi kami sekarang. Soalnya, sekarang ini uang yang kami dapat utuh) ,” lanjut Tumin, tetangga Sentot yang juga menjual secara online.

Sentot, Tumin dan para perajin di Desa Temuwuh ini hanya sebagian saja UMKM yang kini menikmati penghasilan jauh lebih besar berkat kehadiran internet dan sistem penjualan online. Padahal keuntungan besar mereka itu bukan dari menaikkan harga produk melainkan karena berhasil memotong 80 persen lebih biaya promosi yang harus mereka keluarkan dengan cara sebelumnya.

Sistem Marketing Digital ini juga bisa diterapkan pada berbagai jenis produk atau jasa yang dilakoni para pelaku UMKM. Bayangkan saja jika produk-produk lokal UMKM membanjiri pasar online sehingga mengalami peningkatan kapasitas pemasaran seperti yang dialami warga Temuwuh ini.

Jangan salah, produk-produk UMKM memiliki nilai lebih yang unik dibanding barang pabrikan. Sistem Handmade yang melahirkan produk UMKM adalah sebuah sentuhan yang dijaman ini sudah jarang ditemukan dan memiliki nilai yang tinggi. Ini adalah kelebihan produk UMKM yang lahir di wilayah pedesaan.

Tapi bagaimana cara mengajak para pelaku UMKM eksodus ke ranah digital? Tak perlu pusing, pelaku UMKM tinggal mengikuti pelatihan-pelatihan yang digelar banyak lembaga sekarang ini. Salahsatunya KejarUMKM.com ini atau lembaga bernama Meravi.id, sebuah lembaga pelatihan di Yogyakarta yang siap membantu UMKM se-Indonesia menguasai Marketing Digital melali pelatihan.

Pelatihan adalah cara paling efektif dan efisien mengajarkan kemampuan ketrampilan dan pengetahuan penting bagi UMKM. Ini cara yang praktis, cepat dan jauh lebih murah ketimbang belajar sendiri.

Maka, bayangkan saja jika produk-produk ini mulai menguasai pasar lokal, maka uang warga negara ini tak perlu lagi melayang ke negeri lain karena membeli barang impor dan bakal berputar di dalam negeri saja. Betapa besar uang yang akan masuk ke kantung-kantung warga bangsa ini dan memakmurkan kehidupan bangsa sendiri. Maka menjadi bangsa yang besar sudah ada di depan mata kita ini. Bravo UMKM! (aryadji/kejarumkm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *