Pelatihan Kewirausahaan Desa, Gerakan Ekonomi Baru di Desa

Telkomsel sedang getol menularkan semangat Kewirausahaan di desa. Akhir Februari ini Telkomsel menggelar Pelatihan Kewirausahaan Desa di Kantor Telkom Area 3, Komplek Menara BRI, Surabaya. Para peserta adalah para volunter dari Telkomsel yang akan menjalankan mengunjungi desa untuk menularkan ‘virus kewirausahaan’ bagi masyarakat desa.

Bumdes.id adalah salahsatu lembaga yang menjadi salahsatu pemateri pada acara yang diikuti oleh 15 an peserta itu. Ari Aji HS dari Bumdes.id hadir sebagai pemateri Tema Kewirausahaan memaparkan, sesungguhnya kewirausahaan sudah hidup dan menghidupi masyarakat desa selama ini. Soalnya, sebagian besar warga desa di seluruh nusantara adalah pelaku usaha.

Hanya saja, proses usaha yang dijalankan sebagian besar warga desa di berbagai wilayah nusantara mengalami kesulitan berkembang karena berbagai keterbatasan mulai dari pemahaman manajemen produksi, manajemen keuangan, manajemen usaha hingga masalah daya jangkau pemasaran yang masih sangat domestik di lingkungan desa.

Pada pelatihan ini pemateri menunjukkan bahwa semua desa memiliki potensi beragam dan prospektif untuk dikembangkan. Hanya saja, potensi saja tidak cukup. Harus ada peluang yang jelas, pasar yang jelas dan rencana usaha yang jelas.

Forum ini juga membahas mengenai keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salahsatu lembaga ekonomi yang kini berkembang di desa. BUMDes adalah lembaga usaha yang digadang mampu menjadi wadah bagi potensi ekonomi desa dan mempertemukannya dengan peluang yang ada. BUMDes juga punya keluasan bergerak hingga menyelesaikan berbagai masalah warga dengan cara yang unik yakni menyulapnya menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.

Dengan beragam potensi seperti itu maka jiwa kewirausahaan-lah yang harus terus digalakkan di desa. Warga desa harus mulai melongok berbagai perkembangan usaha di belahan daerah lainnya, melirik peluang-peluang yang ada dan merangkai rencana aksi dan melahirkannya menjadi lembaga usaha usaha yang produktif dan partisipatif alias membuka ruang pelibatan warga desa seluas-luasnya. “ Desa harus bergerak ke luar, jangan hanya berpikir pasar pada lingkungan desa saja. Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan di luar sana. Desa harus punya keberanian,” ujar Ari Aji HS.

Program Baktiku Negeriku yang sedang dihelat ini berupa Pelatihan Wirausaha untuk para relawan Telkomsel. Para peseta adalah tim yang terdiri dari para pegawai Telkomsel yang akan turun ke desa selama beberapa hari untuk melakuan observasi sekaligus merumuskan potensi dan menemukan produk utama unggulan desa itu. Bagaimana dengan desa Anda? (adji/kejarumkm.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *