Entrepreneur Bootcamp 2019, Cara Anak Muda Kreatif Menjaga Budaya

Hajatan Toba Entrepreneur Bootcamp 2019 yang digelar di Samosir Cottage tak hanya memberikan banyak pengetahuan baru pada 117 pengusaha muda kreatif peserta acara. Even ini juga menyuguhkan berbagai karya anak-anak muda yang luar biasa indahnya. Mereka mengusung karya-karya itu dan memajangnya di sana. 

Ada beragam karya yang dipamerkan pada acara itu. Semuanya adalah karya yang mengandung nilai-nilai budaya luhur masyarakat yang tinggal di Samosir, Humbang Hasundutan, Simalungun dan Tapanuli Utara. Beberapa karya itu seperti patung, gorga, beberapa jenis ukiran dan kerajinan tenun khas daerah itu yang sudah dikenal di seantero nusantara.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon yang datang ke tempat acara menyatakan kekagumannya pada berbagai karya anak-anak muda peserta acara ini. Bupati juga tampak serius mengamati beberapa jenis ukiran khas Batak yang dipajang di salahsatu meja.

Bupati menyatakan, Pemerintah Kabupaten Samosir yang mengirimkan 44 pekarya mengikuti even ini, sangat mendukung Toba Entrepreneur Bootcamp 2019. Soalnya, Samosir adalah salahsatu wilayah yang sedang didorong pemerintah menjadi salahsatu dari 10 destinasi wisata andalan Indonesia.

Acara ini bukan hanya memberikan para peserta pandangan-pandangan baru mengenai pengembangan bsinis kreatif mereka. Melainkan juga sangat mendukung industri kreatif yang menjunjung tinggi budaya lokal dan bakal menjadi kekuatan sosial yang mampu menjaga nilai-nilai budaya Batak yang telah turun-temurun mengembang di sana.

Samosir dikenal luas di seluruh dunia salahatunya karena memiliki Danau Toba yang legendaris Danau yang merupakan bekas kawah gunung api raksasa inilah salahatu magnit wisata yang digadang bakal menjadi daya tarik wisatawan.

Untuk mendukung pengembangan Danau Toba itulah para pekarya dari Samosir mengikuti Bootcamp. Mereka diharapkan bakal menjadi penggerak industri kreatif di daerahnya sekaligus menjadi inspirasi di kabupaten-kabupaten yang lain.

Toba Entrepreneur Bootcamp 2019 adalah acara yang digelar UNESCO dan Citi Indonesia (Citi Bank) untuk meningkatkan kreativitas anak-anak muda. Elvera N Makki, Director and Country Head of Corporate Afairs Citi Indonesia mengatakan, program ini digelar sebagai upaya Citi Indonesia mendorong anak-anak muda kreatif agar mampu meningkatkan pendapatan mereka melalui kerja-kerja kreatif yang mereka jalankan.

Tak hanya meningkatkan masalah ekonomi saja, acara ini juga mengusung visi untuk turut menjaga kelestarian sejarah lokal beserta seluruh aspek kearifan lokal yang ada. Karenanya, para peserta adalah anak-anak muda kreatif yang jenis usahanya terkait dengan warisan budaya masyarakat tempatnya tinggal.

Selama dua hari, para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai bagaimana meningkatkan kemampuan bisnis mereka. Pemateri adalah Rudy Suryanto Senior Consultant PT Syncore Indonesia yang didatangkan khusus untuk mengajak para muda peserta mendalami soal bisnis. Pada acara itu Rudi memapar berbagai strategi bisnis termasuk manajemen keuangan.

Ini adalah kali kedua Entrepreneur Bootcamp digelar. Bootcamp pertama dihelat di area Kawasan Borobudur dengan peserta anak-anak muda pengusaha di bidang industri kreatif di sekitar Yogyakarta. Setelah dua hari mendapatkan materi, para pengusaha muda akan mendapatkan pendampingan selama tiga bulan.

Dari acara ini terlihat bahwa anak-anak muda di daerah sesungguhnya memiliki banyak kemampuan kreatif yang bisa membawa mereka ke jenjang sukses sebagai pengusaha. Bagaimana dengan daerah Anda? (timmedia-kejarumkm.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *