Solusi Tepat Memperbaiki Cash Flow Usaha Anda

Oleh Wibisono / Senior Konsultan SMC

 

Cash Flow atau lebih sering disebut arus kas merupakan tolak ukur sederhana mengenai kesehatan suatu usaha. Cash Flow adalah banyaknya uang yang masuk maupun keluar di suatu bisnis dalam suatu periode waktu. Boleh dianalogikan cash flow adalah pasokan oksigen dalam aliran darah tubuh kita. Jika pasokan oksigen dalam aliran darah berlebih bisa dipastikan kita sehat. Sama hal nya dengan arus kas ini, jika arus kas masuk lebih besar dari kas keluar, maka hal itu akan menjadikan cash flow kita positif atau surplus. Dan sebaliknya, jika kas masuk lebih kecil dari kas keluarnya, maka hal ini disebut cash flow negatif atau defisit.

Banyak diantara kita happy saat menerima order dari customer. Jika order yang masuk dengan tunai boleh dikata masalah cenderung menjadi sederhana, namun sebaliknya bila order diterima dengan tempo / non tunai masalah kerap kali akan muncul. Ditambah lagi apabila pengeluaran jauh lebih besar dari pemasukan, menyebabkan cash flow menjadi tidak seimbang / cash flow gap. Cash flow suatu usaha dikatakan sehat bilamana ketersediaan uang untuk membayar segala kegiatan usaha tercukupi, mulai dari membayar listrik, gaji pegawai, cicilan usaha, utang vendor, pajak  dapat dibayarkan tepat waktu dan sesuai dengan jumlahnya.

Cash Flow sangat mempengaruhi operasional suatu usaha, bahkan keberlangsungan usaha. Banyak perusahaan dengan skala modal yang besar, namun tidak pandai mengelola cash flow, akhirnya digugat pailit oleh kreditornya / pihak yang memberikan pinjaman.

Oleh karena itu bagian keuangan mulai dari manager hingga bagian staf harus pandai – pandai mempelajari trik agar cash flow usaha selalu dalam kondisi prima. Kenalilah terlebih dahulu tentang 3 (tiga) aktivitas yang berpengaruh pada pengaturan cash flow ini.

  1. Aktivitas Operasional, adalah kegiatan masuk dan keluar uang usaha yang berhubungan kegiatan utama / operasional suatu usaha. Aliran uang masuk utama aktivitas operasional ini adalah dari penjualan barang / jasa dari usaha tersebut. Jika usaha nya distribusi, maka pendapatan utamanya adalah penjualan produk. Jika usahanya kontraktor bangunan, maka pendapatannya adalah termin kontrak. Demikian pula dengan aliran uang keluar. Aliran uang keluar dari aktivitas operasional adalah pembayaran biaya listrik, gaji pegawai, utang vendor, dll.
  2. Aktivitas Investasi, adalah kegiatan masuk dan keluar uang usaha yang berhubungan dengan masa depan usaha tersebut. Sebagai contoh, suatu usaha yang membeli tanah, adalah salah bentuk pengeluaran uang aktivitas investasi. Demikian juga dengan penjualan salah satu mesin pabrik, salah satu bentuk pemasukan uang dari kegiatan investasi.
  3. Aktivitas Pendanaan, adalah kegiatan masuk dan keluar uang usaha yang berhubungan dengan penambahan modal atau penambahan utang bank / obligasi / yang setara untuk keperluan jangka panjang.

Adapun langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk usaha anda, dapat kami sarankan sebagai berikut :

  1. Pisahlah antara harta perusahaan dengan harta pribadi pemilik. Terkadang kebanyakan dari kita menyepelekan hal ini. Yakinlah dengan anda memisahkan keperluan pribadi dan usaha, akan memudahkan manager keuangan dan staf yang mengatur cash flow usaha anda. Mereka juga akan respect terhadap anda, mengingat anda adalah orang yang disiplin.

 

  1. Aturlah Stok Gudang dengan seksama. Untuk usaha perdagangan dan manufaktur pengendalian stok merupakan hal yang mutlak perlu dilakukan. Semakin stok di gudang cepat terjual, maka uang tunai yang akan diterima oleh perusahaan akan semakin banyak. Namun bila yang terjadi sebaliknya, maka aliran uang yang akan masuk semakin lama mengingat masih menjadi stok gudang.

 

    1. Aturlah Piutang dengan seksama. Piutang atau harta perusahaan yang muncul akibat dari transaksi penjualan baik barang atau jasa dari masa lalu baik kepada perseorangan maupun suatu badan usaha. Agar piutang menjadi lebih mudah dikontrol buatlah :
    2. perjanjian awalnya secara tertulis. Dengan adanya tertulis, hal – hal yang tidak diinginkan mudah untuk menelusurinya.
    3. katagorikan piutang berdasarkan umurnya, sehingga memudahkan bagian keuangan mengingat – ingat kapan harus menagih, ataupun melakukan hal yang diperlukan. Buatlah tabel 0 – 30 hari, 31 – 60 hari, 61 – 90 hari, lebih dari 90 hari. Letakan faktur yang masih belum dibayar oleh customer sesuai dengan umurnya.

 

[table id=1 /]

  1. Beri rangsangan untuk customer. Kebanyakan dari kita senang bukan, jika bepergian belanja membeli baju ke Matahari Dept. Store atau gerai lainnya mendapat diskon 40 % ? Demikian juga hal nya dengan customer kita, berilah mereka diskon 5 – 10 % jika mereka membayar tepat waktu. Dengan sedikit pengorbanan, cash inflow / uang masuk yang akan didapat jauh lebih baik dibanding bila kita harus berkali-kali melakukan kunjungan ke customer.

 

Jika usaha anda bidang kontraktor atau manufaktur yang menggunakan order, mintalah DP (Down Payment / uang muka) terlebih dahulu sebagai komitmen awal mereka.

 

  1. Aturlah pengeluaran dengan seksama. Semua bentuk pengeluaran baik operasional, investasi, maupun pendanaan adalah hal yang penting. Namun dengan melihat skala prioritas, mendahulukan mana yang harus dibayar memerlukan kepandaian dan jam terbang tersendiri. Gunakan tabel untuk menyusun segala rencana pengeluaran baik operasional, investasi, maupun pendanaan. Kapankah pengeluaran tersebut akan dibayar ?[table id=2 /]

    Dengan menggunakan alat bantu seperti tabel 1 dan tabel 2 yang dikom-binasikan, para pemilik usaha, manager keuangan dan para staf nya lebih mudah untuk memantau uang yang akan masuk serta mengendalikan biaya yang akan keluar.

    Pada akhirnya, tujuan yang diharapkan yaitu mendapati cash flow perusahaan yang sehat tercapai , manakala ketersediaan uang cukup / berlimpah untuk membayar segala pengeluaran usaha.

    Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *